Pandemi Masih Ada, Begini Strategi Kombinasi Amartha

FinTechnesia.com | Amarth menerapkan strategi kombinasi di masa pandemi covid-19. Financial technology (fintech) peer-to-peer lending dengan fokus pada pembiayaan modal kerja dan pemberdayaan perempuan pengusaha mikro di desa ini mengoptimalkan penggunaan teknologi.

Seperti penyediaan berbagai inovasi produk untuk mensejahterakan mitra salah satunya melalui aplikasi A+ (Amartha Plus). Aplikasi ini memfasilitasi berbagai layanan seperti WarungLoan, Payment Point Online Bank (PPOB) hingga belanja borongan.

Sedangkan strategi offline (lapangan) Amartha juga melakukan pendampingan dan pelatihan secara rutin. Seperti pelatihan alternatif usaha, pelatihan literasi keuangan hingga cek kesehatan gratis.

Andi Taufan Garuda Putra, CEO dan Founder Amartha mengatakan, Amartha menerapkan beberapa strategi untuk beradaptasi dengan kondisi pandemi di Indonesia. 

“Kami melihat, teknologi dapat menjadi solusi bagi mitra untuk tetap produktif dalam menjalankan usaha, terlebih di saat pandemi. Namun, dukungan dari business partner Amartha (tim lapangan) secara langsung di desa juga tetap diperlukan. Mengingat tidak seluruh kegiatan dapat difasilitasi dengan digitalisasi,” ujar Andi, pekan lalu. 

Baca juga: Dana Investasi Pemerintah Norwegia Kucurkan Pendanaan Rp 107 Miliar ke Amartha

Strategi ini terbukti berhasil. Amarthatetap menjaga kualitas pinjaman. Angka NPL (non performing loan) sebesar 0,07% setelah Juni 2020. 

Penyaluran dana Rp 914 miliardi separuh pertama tahun 2021. Rumbuh 35% secara year-on-year (yoy). Angka NPL yang rendah merupakan indikator, mitra dapat melakukan pembayaran tepat waktu.

Pertumbuhan signifikan tersebut juga merupakan kontribusi dari Norfund, yang bergabung sebagai pendana korporat di Amartha sejak Juni 2021 lalu. Amartha telah menerima pendanaan sebesar US$ 7,5 Juta atau setara Rp 107 miliar dari Norfund. 

Fay Chetnakarnkul, Direktur Investment Norfund dan Head of Asia Regional Offic mengatakan, berinvestasi kepada institusi keuangan seperti Amartha merupakan langkah penting. UMKM di seluruh dunia mengalami keterbatasan akses permodalan dan teknologi agar dapat berkembangang dan menciptakan usaha sendiri. 

Norfund tidak bisa berjalan sendiri tanpa kerja sama dari perusahaan-perusahaan fintech visioner agar dapat menciptakan akses keuangan yang mudah dijangkau supaya UMKM dapat berpartisipasi dalam perekonomian formal di masa yang akan datang,” ujar Fay

Selama 10 tahun beroperasi, Amartha berhasil meningkatkan pendapatan mitra sebanyak dua hingga tujuh kali lipat. Dan telah menciptakan lebih dari 87.000 lapangan pekerjaan informal baru di lebih dari 15.000 desa.. 

Amartha menargetkan untuk dapat melayani satu juta mitra Amartha di Indonesia hingga akhir tahun 2021. Saat ini, lebih dari 719.000 mitra telah bergabung di Amartha di berbagai daerah, yaitu di Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. (eko)