Digitalisasi Kini Jadi Bagian Strategi Bisnis

FinTechnesia.com | Menurut International Institute for Analytics, pebisnis yang menggunakan data akan meraih US$ 430 miliar keuntungan dalam bentuk produktivitas dibandingkan dengan para pesaingnya yang tidak menggunakan data. 

Jadi bagaimana sebuah perusahaan mengimplementasikan strategi digital? 

“Saran saya memahami strategi bisnis anda dan bagaimana digitalisasi bisa membantu meningkatkan pertumbuhan bisnis, “ kata Professor Ujwal Kayande, Direktur the Center for Business Analytics, Melbourne Business School, Jumat (17/9)

Kayande merujuk pada sektor ritel. Banyak pelaku ritel memisahkan toko fisik (brick and mortar) mereka dengan toko online mereka. Ini merupakan contoh paling tepat, tidak menyatukan strategi digital ke dalam strategi bisnis secara keseluruhan. 

“Strategi digital adalah menggunakan teknologi untuk membuat journey pelanggan semulus mungkin,” kata dia.

Contoh lain, memahami bagaimana digitalisasi bisa meningkatkan kualitas layanan lewat teknologi. Di Indonesia, bank, restoran, department stores bahkan rumah sakit sudah mulai menawarkan layannanya di platform online.

Ia mencontohkan raksasa kosmetik L’Oreal. Perusahaan mengakuisisi perusahaan uji coba make up berbasis AR dari Toronto – Modiface yang sebelumnya sudah bekerjasama dengan banyak pesaingnya. 

Dengan mengakuisisi Modiface, L’Oreal memiliki solusi go-to untuk merek besar. Memposisikan diri mereka sebagai yang terdepan dalam hal penggunaan AR di industri kecantikan. Dan memaksa pesaingnya untuk menggunakan solusi yang lain yang lebih sederhana. 

“Aplikasi tersebut memungkinkan pelangan untuk mencoba beragam lipstick, merubah gaya rambut mereka, menggunakan maskara tanpa harus membeli produk terlebih dahulu,” kata Professor Kayande. (yos)