Transaksi PSBB dan PPKM Bhinneka.Com Antara Kebutuhan Pribadi hingga Usaha Sampingan

FinTechnesia.com | Data Bhinneka.Com yang membandingkan transaksi sepanjang periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pare Maret 2020-Desember 2020 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari Januari 2021-sekarang. Terdapat sejumlah indikator yang bisa mengindikasikan keterbiasaan warga dalam berbelanja daring.

Tenutama peningkatan transaksi untuk kategori produk tertentu. Kategori produk teknologi informasi (gadget, dan computer, desktop, notebook), serta maintenance, repairs, operations (MRO) yang termasuk pula perlengkapan kesehatan selama pandemi (masker medis, cairan disinfektan, paket tes usap, dan sebagainya) tetap mendominasi transaksi di Bhinneka.Com dalam rentang waktu tersebut.

Namun, transaksi kategori produk Peralatan Dapur & Rumah Tangga melonjak di atas keduanya. Baik dari sisi nilai transaksi (revenue) maupun jumlah transaksi (volume). Tercatat, kenaikan revenue untuk kategori produk ini mencapai 93% dibanding pada masa PSBB.

“Terdapat pergeseran pada barang kebutuhan dan frekuensi belanja online. Pada saat PSBB di tahun lalu banyak orang yang membeli perangkat kerja atau sekolah untuk di rumah.

Nilai rata-rata pembelanjaannya relatif tinggi karena membeli gadget, laptop, dan aksesori saat beradaptasi bekerja, sekolah dan beribadah dari rumah. Saat PPKM di tahun ini, justru produk Peralatan Dapur & Rumah Tangga yang paling tinggi, disusul Produk Digital.

Terjadi pergeseran produk yang cukup signifikan karena selama masa karantina di rumah, ternyata banyak orang yang menemukan hobi baru atau menghidupkan hobi lama dan lebih jauh lagi menjadikan hobi tersebut menjadi usaha sampingan.

“Nah, kategori produk itulah yang tercatat dalam business super ecosystem kami,” jelas Head of Corporate Communications Bhinneka.Com, Astrid Warsito, Jumat (17/9).

Secara spesifik tentang tren usaha sampingan ini juga didukung hasil survei Snapcart pada awal tahun 2021. Hasilnya menyebut sebanyak 63% responden berencana memulai bisnis makanan mereka sendiri.

Selebihnya, lonjakan lain yang muncul saat PPKM ialah transaksi Pembayaran BPJS dalam kategori Produk Digital, dengan peningkatan revenue mencapai 83%. Lalu, kategori produk Alat Tulis & Perlengkapan Kerja, dengan peningkatan revenue mencapai 50%. Peningkatan revenue pada kedua kategori tersebut juga dibarengi dengan peningkatan volume transaksi.

Dengan ini, makin banyak kebutuhan di rumah baik untuk bekerja, sekolah hingga hobi maupun bisnis sampingan yang dibeli secara daring.

“Kami terus akan melengkapi business super ecosystem B2B2B kami dengan ragam merchant penyedia bahan mentah dan setengah jadi, untuk melengkapi merchant yang sudah ada. Sehingga kebutuhan belanja pelaku bisnis dari berbagai skala dapat terpenuhi melalui platform kami,” tutupnya. (sya)