Patungan Hyundai dan LG Bangun Pabrik Sel Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

FinTechnesia.com | Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution Ltd memulai pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Langkah ini diharapkan menjadikan Indonesia yang terdepan di pasar global kendaraan listrik berbasis baterai alias battery electric vehicle (BEV).

Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution menyampaikan, kegiatan peletakan batu pertama diselenggarakan di Karawang New Industry City yang berdekatan dengan ibu kota Jakarta.

Turut Hadir Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, serta Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Selain itu juga dihadiri Hong Woo-pyeong, CEO Battery Cell joint venture dan Youngtack Lee, Head of Asia-Pacific headquarters Hyundai Motor Company.

Pada saat yang bersamaan, Euisun Chung, Chairman Hyundai Motor Group;  Sung Hwan Cho, President & CEO Hyundai Mobis; dan Jong-hyun Kim, President & CEO LG Energy Solution, juga menghadiri seremonial ini secara virtual dari Korea.

Euisun menyatakan, Hyundai Motor Group fokus mengembangkan kemampuannya agar dapat menjadi pemimpin global di pasar kendaraan listrik. Keberadaan pabrik ini adalah bagian dari upaya tersebut.

“Dimulai dari kehadiran pabrik ini, ekosistem kendaraan listrik akan dapat sukses terbangun di Indonesia. Seiring dengan pengembangan dari berbagai industri terkait. Lebih jauh lagi, kami berharap Indonesia dapat memainkan peran penting di pasar kendaraan listrik di ASEAN,” terang Euisun, Rabu (15/9).

Jong-hyun Kim menyatakan, melalui joint venture ini, selangkah lebih maju membangun rantai pasokan kendaraan listrik pertama di dunia.

“LG Energy Solution akan melakukan yang terbaik untuk mengembangkan fasilitas manufaktur sel baterai bersama ini. Agar menjadi basis utama dalam memenangkan pasar kendaraan listrik global,” kata Jong.

Pada Juli lalu, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan pemerintah Indonesia dalam mendirikan joint venture (JV) ymembangun pabrik sel baterai kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia.

Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution mengumumkan nilai investasi US$ 1,1 miliar ke JV tersebut. Masing-masing perusahaan memegang nilai saham atau kepemilikan sebesar 50%.

Pabrik baru untuk manufaktur sel baterai ini akan dibangun di atas sebidang tanah seluas 330.000 meter persegi. Pembangunan pabrik akan diselesaikan pada semester pertama tahun 2023.

Sedangkan produksi sel baterai secara massal di fasilitas baru ini diharapkan dapat dimulai pada semester awal tahun 2024. Saat beroperasi secara penuh, fasilitas ini ditargetkan dapat memproduksi 10 GWh sel baterai lithium-ion dengan bahan katoda NCMA (nikel, kobalt, mangan, aluminium) setiap tahun.

Ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 150.000 unit BEV. Fasilitas ini juga akan disiapkan untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga 30 GWh.

Sel baterai yang diproduksi di Karawang ini akan diaplikasikan pada model kendaraan listrik milik Hyundai Motor dan Kia yang dibangun di atas platform khusus BEV dari Hyundai Motor Group. Yaitu Electric-Global Modular Platform (E-GMP).

Pabrik baru ini akan membantu Hyundai dan Kia untuk memproduksi kendaraan dengan efisiensi, performa, dan keamanan tingkat tinggi. Dengan cara memasok sel baterai yang dioptimalkan untuk berbagai model BEV dari kedua perusahaan otomotif tersebut.

Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution berharap, mendapatkan pasokan sel baterai kendaraan listrik yang stabil di tahun-tahun mendatang. Menyusul permintaan global atas kendaraan listrik yang terus meningkat.

Hyundai juga akan berkontribusi pada peningkatan efisiensi produksi pabrik didukung keahliannya dalam hal manufaktur kendaraan dan kompartemen. Hyundai Motor Group juga mendukung JV tersebut memproduksi sel baterai dengan tingkat performa dan keamanan terdepan yang didukung oleh sistem pengelolaan terintegrasi. 

Pemerintah Indonesia setuju untuk menawarkan berbagai insentif dan dukungan demi turut mendukung stabilitas dari sisi operasional pabrik tersebut. (yos)