Prancis Gelontorkan Dana untuk Pembangunan Pusat Data di Indonesia Sebesar US$ 190 Juta

FinTechnesia.com | Pembangunan data center amat penting di era digital. Maka, pemerintah agresif berencana membangun data center (data center) nasional melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Infrastruktur digital negara, melalui pembangunan pusat data yang menjadi salah satu syarat pengembangan e-government. Dalam kerangka inilah pemerintah Prancis mendanai studi kelayakan yang dilakukan SOFRECOM. Hal ini untuk menegaskan kebutuhan Pemerintah Indonesia secara tepat dan mengusulkan solusi teknis yang memadai.

Berdasarkan studi ini, Prancis ditunjuk oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai pemberi dana bagi proyek senilai US$ 190 juta ini. Kedutaan Prancis dalam siaran pers menyebutkan, proyek tersebut akan dibiayai oleh pinjaman langsung dari kementerian Keuangan Prancis dan instansi perbankan Prancis yang dijamin oleh Bpifrance Assurance Export.

“Kami telah menandatangani protokol keuangan yang memungkinkan pembiayaan dan menentukan modalitas pembiayaan tersebut,” tulis kedutaan Prancis dalam rilis, pekan lalu.

Beberapa perusahaan Prancis sudah dikerahkan untuk ikut dalam penawaran tender proyek tersebut di saat mendatang. Dengan demikian, Indonesia dapat memanfaatkan keunggulan dan pengetahuan Prancis di bidang ini. Ini demi kemandirian dan keamanan data yang lebih baik, serta akses digital yang lebih baik bagi seluruh warga negara. (hlm)