Startup Indonesia Dapat Pendanaan dari Jeff Bezos

FinTechnesia.com | Ula, perusahaan rintisan B2B ecommerce marketplace Indonesia mengumpulkan pendanaan seri B sebesar US$ 87 juta. Jumlah ini setara Rp 1,24 triliun.

Pendanaan dipimpin bersama Prosus Ventures, Tencent, dan B-Capital. Pendanaan ini juga diikuti Bezos Expeditions, perusahaan venture capital milik pendiri Amazon, Jeff Bezos.

Lalu investor-investor terkemuka di Asia Tenggara lain yaitu Northstar Group, AC Ventures, dan Citius. Para investor seri sebelumnya seperti Lightspeed India, Sequoia Capital India, Quona Capital, dan Alter Global, juga turut berpartisipasi.

Ula mengajak Pandu Sjahrir,seorang investor berpengalaman serta pengusaha, sebagai penasihat perusahaan.

Memecahkan kompleksitas masalah rantai pasokan di Indonesia merupakan upaya yang sangat menantang.

“Tim kami akan senantiasa berjuang memberikan manfaat penggunaan teknologi bagi jutaan warung di Indonesia. Khususnya di luar daerah metropolitan,” ungkap Riky Tenggara, Co-Founder dan Chief Operating Officer Ula, Senin (4/10).

Patrick Walujo, Co-Founder dan Managing Partner Northstar mengatakan, telah mengamati pertumbuhan Ula dari dekat. Setelah lebih dari satu dekade berinvestasi di Asia Tenggara, perusahaan dengan misi sosial yang kuat dapat bertumbuh sangat cepat.

“Kami mempunyai kesamaan misi dengan Ula dalam memberdayakan UMKM Indonesia melalui teknologi. Dan berharap mendukung pertumbuhannya di Indonesia,” ujar Patrick.

Pendanaan Seri B hanya delapan bulan setelah pendanaan Seri A di Januari. Pendanaan untuk investasi pada pertumbuhan kehadiran Ula di seluruh Indonesia, kategori baru, pengembangan layanan paylater. Serta pembangunan teknologi baru, infrastruktur logistik, dan rantai pasokan lokal

Dengan bertambahnya warung terdaftar, Ula dapat menggunakan data transaksi warung serta pengetahuan tentang pasar ritel untuk memberikan pilihan layanan paylater. Layanan ini diprediksi memiliki total nilai pasar sebesar US$ 150 miliar di Indonesia.

Keterbatasan akses pemilik warung terhadap layanan perbankan tradisional dan ketergantungan mereka dengan pemasukan harian, membuat pilihan pembayaran paylater kepada supplier memiliki manfaat yang luar biasa bagi.

Pendanaan Seri B Ula ini adalah kali ke-dua Ula meraih pendanaan di tahun ini. Hal ini memperkuat komitmen Ula untuk mendukung para pemilik warung tradisional yang kurang terlayani dengan baik.

Khususnya mereka yang berada di kota Tier 2 hingga Tier 4. Di kota itu akses terhadap sumber daya dan infrastruktur logistik masih menjadi tantangan utama.

Hanya 20 bulan sejak peluncuran dan di tengah kondisi pandemi COVID-19, Ula telah tumbuh sebesar 230 kali lipat. Sekarang menawarkan lebih dari 6,000 produk serta melayani lebih dari 70,000 warung di dalam platformnya.

Ula memiliki tim yang tersebar di 3 negara. Dan merupakan salah satu perusahaan rintisan dengan pertumbuhan tercepat di kawasan ini.

Seri pendanaan Ula sebelumnya meliput pendanaan awal sebesar US$ 10.5 juta pada Juni 2020. Dilanjutkan pendanaan Seri A pada bulan Januari 2021 sebesar US$20 juta. (hlm)