Johnson & Johnson Indonesia Gandeng Star Energy Geothermal, Menghasilkan Listrik dari Sumber yang Dapat Diperbarui

DCIM100MEDIADJI_0278.JPG

FinTehcnesia.com | PT Johnson & Johnson Indonesia resmi menerima renewable energy certificate (REC) diterbitkan Star Energy Geothermal pekan lalu. Penerbitan REC ini menandai komitmen mengatasi perubahan iklim melalui penggunaan listrik dari sumber yang dapat diperbarui.

REC PT Johnson & Johnson Indonesia berasal dari PLTP Salak yang dioperasikan oleh Star Energy Geothermal. “Kami berharap kemitraan dengan PT Johnson & Johnson Indonesia dapat menjadi contoh mengatasi perubahan iklim. Kami berharap dapat menjalin kerjasama lebih lanjut dengan perusahaan lain. Terutama berkomitmen menggunakan listrik dari sumber yang dapat diperbaharu,” ujar Agus Sandy Widyanto, Group Chief Strategy Officer Star Energy Geothermal.

Direktur Supply Chain Management PT Johnson & Johnson Indonesia Adi Prabowo menjelaskan, inisiatif global menyatukan bisnis di dunia agar melakukan transisi penuh menggunakan energi dan listrik dari sumber dapat diperbarui. “Setelah mengoptimalkan konsumsi listrik di fasilitas gudang kami, kami membeli RCE untuk lebih mengurangi emisi gas rumah kaca. Dan mendukung perusahaan yang memproduksi listrik yang ramah lingkungan di Indonesia seperti Star Energy Geothermal,” jelas Adi Prabowo.

Johnson & Johnson memiliki komitmen jangka panjang terhadap aksi iklim (climate action). Mencakup penetapan dan pencapaian kinerja lingkungan publik dan tujuan pengurangan karbon dalam dua dekade. Tujuan dari upaya perbaikan iklim bagi Perusahaan saat ini adalah untuk mempercepat transisinya menuju penggunaan 100% listrik terbarukan. Dan netralitas karbon untuk operasi global, dan di saat yang sama juga bermitra dengan sejumlah pemasok. Ini untuk mengurangi emisi karbon di hulu.

Saat ini, Star Energy Geothermal merupakan operator panas bumi terkemuka di Indonesia. Mengelola total kapasitas terpasang listrik sebesar 875 MW di tiga pembangkit listrik panas bumi di Jawa Barat. Ketiga pembangkit tersebut adalah PLTP Wayang Windu di Kabupaten Bandung dengan kapasitas listrik terpasang 227 MW,. Lalu PLTP Darajat di Kabupaten Garut dengan kapasitas listrik terpasang 271 MW. Dan PLTP Salak di Kabupaten Sukabumi dengan total kapasitas listrik terpasang 377 MW.

Komitmen Star Energy Geothermal untuk mengembangkan energi baru dan energi yang dapat diperbarui dalam misi perusahaan untuk menghasilkan listrik 1200 MW pada tahun 2028 dari sumber energi yang bersih dan ramah lingkungan. Star Energy Geothermal berkomitmen untuk memajukan Indonesia dan dunia menuju bentuk energi yang lebih bertanggung jawab untuk membuat hari esok lebih cerah.

REC merupakan Sertifikat Atribut Energi (Energy Attribute Certificate / EAC). Melalui penggunaan EAC, pengguna akhir di seluruh dunia dapat membuat klaim yang dapat diandalkan tentang penggunaan energi mereka.

Seperti pabrik saya menggunakan 100% energi terbarukan”, “produk kami dibuat dengan 100% energi angin” dan “penggunaan listrik global kami memberikan nol emisi”. Ini adalah instrumen akuntansi yang mengesahkan produksi MWh listrik bersama dengan karakteristik faktual tentang bagaimana, di mana, dan kapan listrik diproduksi. (eko)