DANA Mendorong Perajin Batik Go Digital

FinTechnesia.com | Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober, dompet digital DANA kembali menggelar forum diskusi antar pemangku kepentingan. Yaitu DANAConnect.

Melalui DANA Connect, DANA bermaksud ambil bagian dalam pelestarian budaya nusantara. Dengan membantu pelaku UMKM batik maupun industri berbasis budaya dalam melakukan transformasi digital.

Hadirnya ekosistem digital diharapkan dapat memberikan dukungan bagi perajin batik dan usaha berbasis budaya lainnya agar mampu bertahan dan menjadi bagian dari pelestarian budaya Indonesia.

“Hal ini harus diiringi kerja sama dan sinergi dari berbagai pihak. Termasuk pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta sebagai kunci bagi kemajuan industri budaya yang menjadi bagian identitas bangsa,” ujar Vince Iswara, CEO dan Co-Founder DANA, pekan lalu.

Sejak meluncurkan DANA Bisnis, DANA dan telah banyak membantu pelaku UMKM di berbagai daerah di Indonesia. Termasuk mereka yang bergerak di industri kriya dan tekstil dalam mendigitalisasi transaksinya.

Saat ini DANA Bisnis sudah digunakan oleh lebih dari 330.000 UMKM dari total 85 juta pengguna DANA. Tidak hanya dari sisi akselerasi digitalisasi UMKM, DANA berupaya untuk meningkatkan kompetensi pelaku industri berbasis budaya dengan memberikan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan bersertifikat lewat DANA Academy.

“Dengan pembaruan fitur DANA Bisnis, DANA berharap dapat memajukan perajin batik agar berdaya bersaing. Dan membuka kesempatan yang makin luas untuk berkembang, sehingga batik sebagai budaya bangsa tetap lestari,” kata Vince. 

DANA Connect merupakan bagian dari inisiatif DANA untuk menghubungkan seluruh pemangku kepentingan termasuk pemerintah, lembaga keuangan, dan mitra dalam satu forum diskusi. DANA Connect sekaligus menegaskan komitmen inisiatif DANA untuk menghadirkan edukasi berkelanjutan bagi para mitra usaha, khususnya UMKM. (yof)