Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:17 WIB

Edge Data Center Bertumbuh, Schneider Electric Dorong Pengelolaan Cerdas dan Berkelanjutan

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Schneider Electric mengungkapkan penerapan edge data center perlu didukung pengelolaan cerdas dan berkelanjutan. Kemampuan pengelolaan dan pemantauan jarak jauh  real time menjadi landasan penting. Ini dapat meningkatkan efisiensi, menciptakan ketahanan dan keandalan terhadap performa infrastruktur edge

Adopsi edge data center memperlihatkan tren pertumbuhan seiring hadirnya jaringan 5G yang semakin memaksimalkan potensi edge dalam mengurangi latensi. Lalu memastikan koneksi yang selalu terhubung, serta melakukan penyimpanan dan pengelolaan data yang lebih dekat dengan pengguna akhir.

Seperti dikutip dari IDC, pasar global untuk edge computing akan bertumbuh secara masif. Dengan rata-rata pertumbuhan 12,5% per tahun menjadi sekitar US$ 250,6 miliar pada tahun 2024. 

Terlepas potensi pertumbuhannya yang besar, edge data center diperkirakan menyumbang konsumsi energi hampir dua kali lipat lebih besar dari data center tradisional pada tahun 2035 . Atau sekitar 1112 TWh. Penyebabnya bukan hanya lonjakan pertumbuhan edge, juga karena Efektivitas Penggunaan Daya (PUE) edge data center lebih tinggi dibandingkan data center tradisional. 

Yana Achmad Haikal, Business Vice President Secure Power Schneider Electric Indonesia & Timor Leste mengatakan, edge data center perlu dikelola dengan cerdas dan sustainable agar memberikan keuntungan maksimal bagi bisnis maupun lingkungan.

Ketahanan, keandalan, serta efisiensi baik terkait performa infrastruktur edge maupun penggunaan energi membutuhkan solusi digital canggih. Mempertimbangkan efisiensi dan sustainability.

“Salah satu solusi digital edge data center adalah kemampuan pengelolaan dan pemantauan jarak jauh secara real time. Mengingat lokasi edge data center yang tersebar di berbagai lokasi dan keterbatasan staf TI untuk melakukan pemantauan secara onsite,” terang Yana, Jumat (22/10).

Infrastruktur edge harus terhubung internet of things untuk memungkinkan pemantauan dan pengelolaan jarak jauh dari lokasi pusat. Infrastruktur edge juga perlu didukung dengan platform pemantauan efektif yang memiliki kemampuan seperti analisis data, kecerdasan buatan (AI) untuk menemukan anomali dan masalah, memberikan peringatan, dan kemampuan perbaikan dari jarak jauh.

Kapasitas dan kapabilitas digital staf TI dalam mengelola instalasi kritikal seperti UPS pada edge data center adalah salah satu tantangan terbesar.

Menggungkan pemantauan 24 jam, troubleshooting, dukungan di tempat, dan penggantian suku cadang, layanan ini dapat mengurangi waktu dan biaya perbaikan. Memungkinkan staf TI fokus dalam pekerjaan strategis, dan meningkatkan efisiensi biaya operasional. (eko)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER