Tak Lagi Dapat Keistimewaan di Tokopedia, OVO Terus Perluas Merchant dan Mitra

FinTechnesia.com | Setelah tak lagi mendapat tempat istimewa di Tokopedia, OVO berupaya melakukan beragam cara. Terbaru menggandeng Grab, OVO meluncurkan PATRIOT (Program Akselerasi Transaksi Online Pemerintah).

Grab OVO PATRIOT melingkupi beberapa inisiatif memperluas pemanfaatan teknologi untuk transaksi online. Baik dari sektor ritel maupun pemerintah. Proyek ini diluncurkan di Solo, Jawa Tengah.

Grab OVO PATRIOT berkomitmen mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi daerah melalui tiga elemen besar. Yaitu digitalisasi pasar untuk memudahkan pedagang dalam menjalankan usaha, Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETP) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendukung Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menuturkan, pemanfaatan teknologi pembayaran digital memiliki peran yang sangat penting. “Dengan semakin terbentuknya perilaku yang mengutamakan transaksi digital yang cepat, mudah, murah dan aman, pemulihan ekonomi berlangsung lebih cepat. Baik sektor ritel maupun penerimaan pemerintah,” kata Perry, Kamis (21/10). 

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi menyatakan, pada tahun 2020 lalu ekonomi digital Indonesia baru berkontribusi 4% terhadap produk domestik bruto (PDB). Pada tahun 2030 kontribusi ekonomi digital akan mencapai setidaknya 18% PDB.

“Beberapa program sudah mulai berjalan. Mulai membantu para UMKM untuk onboarding ke platform digital, program digitalisasi di pasar rakyat hingga penataan kebijakan e-commerce yang berkeadilan,” jelas Lutfi.

Ridzki Kramadibrata, Presiden Grab Indonesia menyatakan, kolaborasi Grab dan OVO diharapkan dapat meningkatkan jumlah UMKM yang masuk ke platform digital. Terutama pedagang pasar tradisional sebagai upaya mendukung target pemerintah mencapai 30 juta UMKM di 2024. 

Di Kota Solo sendiri, saat ini tercatat ada 82.531 UMKM yang beroperasi, “Melalui program ini, kami juga memberikan kemudahan bagi para konsumen melakukan transaksi untuk kebutuhan sehari-hari melalui platform digital yang aman,” terang Ridzki.

Digitalisasi Pasar di Solo saat ini terdiri dari empat zona pasar dan UMKM Solo. Yaitu Pasar Gede, Pasar Nusukan – Pasar Gilingan, Pasar Jongke – Pasar Kembang, dan Pasar Kliwon.

Grab bersama OVO melakukan edukasi dan adopsi platform digital (onboarding) pedagang pasar ke dalam ekosistem digital dan metode pembayaran QRIS. Setelah bergabung dengan ekosistem Grab dan OVO, para pedagang pasar mendapatkan insentif dana bergulir sebagai fasilitas penyelesaian transaksi di hari yang sama. 

Selain itu, untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penerimaan negara, OVO telah menyediakan layanan pembayaran online bagi PDAM, PLN, BPJS dan Pajak Bumi dan Bangunan di 109 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. 

OVO juga telah mendapatkan izin sebagai Lembaga Persepsi Lainnya (LPL) dan saat ini telah mencapai tahap akhir (90%) pengembangan, sebelum resmi diluncurkan bersama Kementerian Keuangan. (eko)