Jumat, 9 Desember 2022

Bukalapak dan Kemenkop UMKM Cetuskan Program Roadshow Klinik UMKM

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Melanjutkan upaya membantu akselerasi digital UMKM di Indonesia, Bukalapak bersama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mencetuskan sebuah program bersama.

Didukung mitra kolaborasi lain. Seperti LPDB, Smesco, Kartu Prakerja, dan ICCN. Bertujuan membantu pemulihan ekonomi nasional melalui UMKM. Sekaligus menjembatani kesenjangan bisnis offline Indonesia dan ekonomi digital.

Potensi UMKM di Indonesia sangatlah masih besar. Sesuai data Kemenkop UKM menunjukkan 37% pelaku ekonomi digital Indonesia selama pandemi merupakan pengguna baru. Dan sebanyak 56% berasal dari luarkota besar. 

Indonesia juga berhasil menghasilkan US$ 44 juta (setara Rp 640 triliun) dari kegiatan ekonomi digital. Dengan potensi untuk tumbuh hingga US$ 124 juta (setara Rp 1,7 triliun) pada tahun 2025.

Mengawali rangkaian program Roadshow Klinik UMKM, digelar program pelatihan yang pertama dengan target para pelaku offline UMKM di kota Dumai, Kepulauan Riau.

Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM mengungkapkan, UMKM berkontribusi sebesar 61% terhadap PDB nasional. Namun demikian, UMKM masih didominasi oleh usaha mikro.

Pandemi menghadirkan tantangan yang luar biasa besar bagi UMKM. “Disrupsi akibat pandemi dan disrupsi digital gelombang keduamembuat transformasi digital bagi UMKM menjadi tidakterhindarkan,” ujar Teten, Jumat (29/10).

Hingga saat ini, setidaknya 15,9 juta UMKM telah terhubung kedalam ekosistem digital. Angka ini meningkat hampir 100% dibanding sebelum pandemi.

Tantangan UMKM sangat kompleks dan beragam. “Mulai tidak ada infrastruktur yang membuat usaha mereka lebih berkembang. Kurangnya permodalan  memperbanyak variasi produk, tidak meratanya adopsi teknologi dan juga masih minimnya inklusi keuangan yang mempersulit mereka dalam melakukantransaksi,” ujar Rachmat Kaimuddin, CEO Bukalapak. (sya)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER