Potensi Besar, Investor Menyerbu Perusahaaan Crypto

FinTechnesia.com | Dana untuk perusahaan teknologi investasi dan cryptocurrency di ASEAN mengalami pertumbuhan yang paling kuat tahun ini. Membawa kategori ke tempat kedua dan ketiga setelah pembayaran dalam survei FinTech in ASEAN 2021 oleh UOB, PwC Singapore dan Singapore FinTech Association (SFA).

Ini juga pertama kali dalam enam tahun pinjaman alternatif telah keluar dari tiga tempat teratas dalam hal pendanaan. Seiring meningkatnya minat dalam investasi digital dan mata uang digital di kalangan nasabah.  

Dibandingkan tahun 2020, tahun ini pendanaan untuk perusahaan teknologi investasi tumbuh enam kali lipat menjadi US$ 457 juta. Hal ini sejalan meningkatnya minat konsumen terhadap penggunaan alat perdagangan digital dan manajemen kekayaan  atau wealth management.

Menurut survei UOB, PwC dan SFA, enam dari 10 konsumen ASEAN telah menggunakan alat digital seperti robo-advisors dan platform broker online untuk kebutuhan investasi mereka. 

Pendanaan ke perusahaan cryptocurrency berada di urutan ketiga dengan US$ 356 juta. Perusahaan-perusahaan tersebut menarik lima kali lipat dari pendanaan yang diterima pada tahun 2020.

Mengingat sembilan dari 10 konsumen ASEAN telah memulai atau berencana menggunakan cryptocurrency dan mata uang digital bank sentral.

Baca juga: Pendanaan ke Fintech ASEAN Mencetak Rekor Tertinggi Dalam Sejarah

Pangsa perusahaan cryptocurrency di kawasan ini diperkirakan tumbuh seiring para pemain yang memanfaatkan meningkatnya minat konsumen.

Pembayaran tetap menjadi kategori fintech yang paling banyak didanai di ASEAN tahun ini. Yakni sebesar US$ 1,9 miliar dan terus menjadi mayoritas perusahaan fintech di sebagian besar negara. Kecuali Singapura (cryptocurrency) dan Thailand (alternative lending).

Pendanaan ke perusahaan-perusahaan ini akan mempercepat penggunaan e-wallet, kartu debit dan kredit dan aplikasi mobile banking. Ini  menjadi metode pembayaran paling populer di kalangan konsumen ASEAN setelah uang tunai.

Wanyi Wong, FinTech Leader, PwC Singapura menyatakan, pembayaran digital kini sudah menjadi norma, dan bidang-bidang seperti teknologi kekayaan dan aset kripto dengan cepat menjadi populer.

“Temuan penelitian kami menunjukkan bahwa konsumen di ASEAN telah merangkul berbagai solusi fintwch bersama pengalaman digital dan mereka siap menghadapi masa depan dengan dunia digital,” terang Wanyi, Senin (15/11). (eko