Hari Pertama IPO, Harga Saham Mitratel Turun 4,38% ke Rp 765

FinTechnesia.com | Tidak seperti Bukalapak, saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel melorot di hari pertama penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham MTEL turun Rp 35 atau 4,38% di Rp765 pada perdagangan hari ini, Senin (22/11).

Sepanjang perdagangan, saham MTEL bergerak di rentang harga Rp765-Rp890. Transaksi perdagangan sendiri mencapai Rp 1,09 triliun dari 1,38 miliar saham diperdagangkan. Investor asing melakukan aksi jual Rp 173,6 miliar.

Baca juga: Ngeri, Pasca IPO, Mitratel Akan Ekspansi Menara, Dananya Hampir Rp 14 Triliun

Mitratel menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas, HSBC, JP Morgan, PT Mandiri Sekuritas, dan Morgan Stanley sebagai joint book runners dan joint global coordinators. BRI Danareksa Sekuritas bersama Mandiri Sekuritas bertindak sebagai joint lead managing underwriters dan domestic underwriters.

Anak usaha Telkom ink akan menggunakan 40% dana hasil IPO untuk belanja modal organik. Lalu 50% untuk anorganik, dan 10% untuk modal kerja serta kebutuhan lain.

Baca juga: Teken Transaksi Jual Beli dengan Telkomsel, Kini Mitratel Kuasai 28.000 Menara Telekomunikasi

Mitratel merupakan perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia yang berdiri sejak 2008. Mitratel telah mengelola lebih dari 28.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Nilai pendanaan Mitratel dari IPO hingga Rp18,79 triliun, nilai IPO MTEL adalah yang terbesar kedua di BEI. Yang pertama adalah Bukalapak yang meraup Rp 21,9 triliun. (hlm)