Beragam Fitur Telegram untuk Kegiatan Belajar Mengajar Hybrid

FinTechnesia.com | Dengan semakin membaiknya situasi Covid-19, metode belajar
mengajar hybrid masih menjadi salah satu opsi belajar mengajar. Telegram telah menjadi
salah satu aplikasi pengiriman pesan terfavorit untuk mendukung kegiatan belajar mengajar selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Indonesia.

Mengutip rilis, Senin (29/11), berikut beberapa fitur Telegram untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara online maupun hybrid.

  1. Berbasis cloud
    Sebagai aplikasi pengiriman pesan yang berbasis cloud, guru dan murid dapat mengakses pesan mereka dari berbagai device dalam satu waktu. Termasuk tablet dan komputer, serta mengirimkan foto, video, dan file yang tidak terbatas hingga 2 GB untuk masing-masing file.
  2. Telegram Bot
    Telegram memperbolehkan pengguna untuk membuat bot di dalam grup/channel mereka. Bot dapat melakukan tugas-tugas tertentu yang sudah ditentukan sebelumnya secara otomatis tanpa perlu bantuan pengguna. Dengan fitur ini, guru dapat membuat bot mereka sendiri sesuai denga kebutuhan kegiatan belajar mengajar. Misalnya bot untuk pengumpulan tugas, pertanyaan seputar tugas, atau kegiatan lain.
  3. Jumlah anggota grup yang besar
    Telegram memiliki fitur grup yang mengizinkan pengguna untuk mengundang hingga 200.000 anggota. Bagi para guru dengan ratusan bahkan ribuan murid yang perlu dibimbing, fitur ini dapat mendukung kegiatan belajar mengajar, pengawasan, serta penyebaran informasi terkait kegiatan sekolah dari guru.
  4. Video call dan rekaman
    Selama proses belajar mengajar online, terkadang mengirimkan materi belajar lewat chat tidak cukup. Kebanyakan murid perlu mendapatkan penjelasan yang lengkap mengenai topik atau materi yang dipelajari. isalnya lewat video call.
    Tidak perlu khawatir, Telegram memiliki fitur video call yang mudah digunakan oleh guru untuk memberikan sesi pengajaran secara online. Terlebih lagi, video call dapat direkam dan disimpan hingga kapan pun.

Melalui berbagai fitur di atas, kegiatan belajar mengajar antara guru dan murid dapat berjalan dengan lancar, meskipun kegiatan dilaksanakan secara online atau metode hybrid.

Para guru dapat lebih leluasa menyebarkan informasi yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar. Lalu mengevaluasi proses belajar murid, maupun menjaga komunikasi dengan para orang tua murid dari jarak jauh. (eko)