Akhir Tahun 2021, Bank Banten Targetkan Pertumbuhan Pesat Tahun 2022

FinTechnesia.com | Banten memiliki potensi ekonomi besar beberapa tahun ke depan. Pada public expose Bank Banten Jumat (24/12), Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin menuturkan, pihaknya menyusun berbagai langkah strategis di tahun 2022. 

Langkah itu dengan menajamkan target audience serta berfokus di marketprimer, yaitu regional Banten. “Tahun 2022 saya yakin akan menjadi turning point dan kami menargetkan terjadinya hypergrowth,” kata Agus, Jumat (24/12).

Bank Banten bersama Komisi III DPRD Provinsi Banten tengah menyiapkan Ekosistem Keuangan Daerah (EKD). Jika EKD terkelola dengan baik, akan memberikan dampak signifikan untuk optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD). Serta memberikan lebih banyak keleluasaan untuk melakukan pembangunan di Banten.

“EKD akan menjadi salah satu engineutama kami mengejar target pertumbuhan yang hyper growth. Selain itu kami akan terus berupaya mencapai target rasio-rasio keuangan. Serta mengejar aspek permodalan yang disyaratkan oleh OJK dapat terpenuhi,” tutur Agus.

Bank Banten mencatatkan total aset per 30 September 2021 sebesar Rp 7,21 triliun. Meningkat dari akhir Desember 2020 sebesar Rp 5,33 triliun. 

Dana pihak ketiga tumbuh Rp1,19 triliun dalam rentang waktu lebih kurang lima bulan. Dari Rp 2,53 triliun per April 2021 menjadi Rp 3,72 triliun per September 2021. 

Kredit per 30 September 2021 mencapai Rp 3,15 triliun. Naik sebesar Rp 680 miliar atau setara 27,5% dari posisi Juni 2021 senilai Rp 2,47 triliun. 

Adapun interest income per 30 September 2021 mencapai Rp. 209,8 miliar. Naik sebesar Rp 78,6 miliar atau setara 60% dari Juni 2021 senilai Rp 131,2 miliar. 

Adapun fee based income per 30 September 2021 mencapai Rp 23,9 miliar. Naik Rp11,2 miliar atau setara 89% dibandingkan posisi bulan Juni 2021 sebesar Rp 12,7 miliar. (mrz)