Pintek Sediakan Solusi Bagi Pelaku Usaha Pendidikan yang Terkendala Akses Permodalan

FinTechnesia.com | Potensi bisnis dalam sektor pendidikan menjadi bisnis yang menjanjikan. Bahkan bisa menghasilkan keuntungan besar jika bisa mendapatkan supply barang di bidang pendidikan dan mampu memasarkan dengan baik.

Proses pemenuhan kebutuhan pendidikan didukung program digitalisasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan menghadirkan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah).

SIPLah telah membantu pertumbuhan bisnis pelaku usaha/UKM pada sektor pendidikan di Indonesia sehingga adanya tren peningkatan. Ini terlihat dari tingginya jumlah penyedia kebutuhan pendidikan yang bergabung dengan SIPLah Telkom. Ini salah satu e-commerce SIPLah resmi, yang dioperasikan oleh PT Telkom Indonesia Tbk.

Dwi Meidianty, tim bisnis SIPLah Telkom mengatakan, SIPLah Telkom sejak awal hadir untuk mempermudah akses para pelaku usaha/UKM pendidikan di Indonesia. Khususnya pada bidang pengadaan barang dan jasa sekolah.

“Hingga saat ini, ada sekitar lebih dari 20.000 penyedia kebutuhan Pendidikan dengan jutaan produk yang dijual secara variatif, sudah bergabung bersama kami,” terang Dwi, pekan lalu.

Namun seiring meningkatnya transaks di SIPLah, masih ada tantangan yang perlu dihadapi bagi para pelaku usaha/UKM pendidikan. Terlebih masalah akses permodalan.

Hal ini didukung oleh riset Pintek di bulan Juli 2021 pada lebih dari 80 pelaku usaha/UKM pendidikan. Sekitar 69% UKM Pendidikan membiayai usaha mengandalkan pendanaan pribadi untuk modal dan operasional perusahaannya.

Selain itu, dari 80 lebih pelaku usaha/UKM pendidikan, 57% memiliki kesulitan dalam mendapatkan pendanaan selama dua tahun terakhir. Setidaknya 1- 2 kali.

Co-Founder dan Direktur Utama Pintek, Tommy Yuwono mengatakan, kekurangan informasi menjadi hambatan karena UKM biasanya tidak masuk audit lembaga keuangan konvensional. Terlebih lagi, sekolah melakukan pesanan barang harus menyediakan di awal dan baru sekolah membayar sehingga memang membutuhkan modal yang besar.

“Oleh karena itu sejak awal tahun 2021, kami memfokuskan strategi bisnis untuk pendanaan bagi pelaku usaha/UKM Pendidikan,” kata Tommy.

Pelaku usaha/UKM pendidikan dapat memanfaatkan peer-to-peer lending untuk memperoleh akses mudah dan cepat ke pinjaman modal tanpa agunan untuk mengembangkan usaha.

Perusahaan financial technology peer-to-peer lending untuk pendidikan, Pintek telah berkolaborasi dengan SIPLah Telkom pada bulan oktober lalu. Hal in salah satu langkah Pintek dalam mendukung perkembangan pelaku usaha/UKM pendidikan. Khususnya yang memiliki bisnis pada pengadaan kebutuhan pendidikan  di Indonesia. 

Melalui program SIPLah, Pintek terus berkomitmen untuk menjadi salah satu roda penggerak pendidikan di Indonesia. Dengan mengajak para pelaku usaha/UKM pendidikan mengembangkan potensi bisnis yang lebih optimal melalui proses digitalisasi.  

“Kami ingin memaksimalkan dukungan kami. Kami percaya, pada tahun 2022, sektor pelaku usaha/UKM pendidikan akan semakin berkembang dengan terus meningkatnya literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi,” tambah Tommy. (eko)