Percepat Proses Pencairan Pinjaman, Amartha Gandeng Element Inc

FinTechnesia.com | Amartha bermitra dengan Element Inc. Ini adakah penyedia solusi identitas digital global, untuk memberikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akses pinjaman yang lebih mudah.

Kemitraan untuk orientasi dan otentikasi digital ini akan mempercepat persetujuan pencairan pinjaman dan waktu pemrosesan, mengurangi kesalahan, dan secara substansial menghilangkan risiko penipuan identitas.

Dengan menerapkan selfie enrollment Element Inc, teknologi liveness check, dan pemrosesan otomatis dokumen identitas untuk kartu pengenal peminjam (e-KTP), Amartha dapat memberikan pinjaman kepada pengusaha yang tidak memiliki rekening bank dengan aman dan tanpa latensi dari proses manual.

Kombinasi solusi ini dapat meningkatkan akses pendanaan bagi calon pengusaha mikro dan kecil. Sektor ini berkontribusi 60% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Element didirikan pada tahun 2012 oleh Adam Perold dan Yann LeCun. Dan sebagai penerima penghargaan Turing Award Laureate dengan pengembangan bidang modern untuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), juga menjabat sebagai Kepala Sains AI untuk Meta (sebelumnya dikenal dengan Facebook), dan Silver Professor dari New York University.

Element berfokus pada penyediaan identitas digital dan solusi risiko untuk lembaga keuangan, platform e- commerce dan mitra lain.

“Hambatan identitas menghalangi pemberdayaan dedikasi finansial. Amartha memiliki jutaan
pengusaha dan menyediakan kesempatan,” kata Adam, Rabu (5/1).

Amartha mengelola lebih dari 900.000 wanita micropreneur. Dan mengucurkan lebih dari Rp 5 triliun.

“Kolaborasi dengan Element ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi efisiensi dan skalabilitas produk dan operasi layanan keuangan kami bagi pelanggan kami,” imbuh Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra.

Teknologi orientasi, otentikasi, dan keamanan serta anti-fraud digital Element Inc. telah membantu institusi seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), dengan 75 juta nasabah menyediakan akses yang aman dan efisien ke layanan keuangan. (nau)