Bukan Cuma Teknologi, Industri Fintech Juga Harus Didukung Berbagai Industri

FinTechnesia.com | Pandemi COVID-19 telah mendorong banyak perubahan. Sebanyak 9 dari 10 pengguna layanan digital baru Asia Tenggara di 2020 tetap memanfaatkan layanan digital di 2021.

Pertumbuhan pesat ekonomi digital perlu disertai dengan sumber daya manusia yang andal. 

“OVO menyadari bahwa industri fintech akan dapat berkembang lebih optimal jika ditopang oleh bakat-bakat dari berbagai latar belakang industri, bukan hanya teknologi,” tutur Debora Bangun, HR Director OVO, Kamis (6/11).

Di antara karyawan OVO, ada yang berlatar arsitektur, lembaga swadaya masyarakat, fesyen, film, data science, desain grafis, dan masih banyak lagi. 

“Kontribusi dan sudut pandang mereka sangat kami hargai. Baik mahasiswa magang maupun manajemen senior,” lanjut Debora.

Filosofi ini sejalan dengan pendekatan ekosistem terbuka OVO. OVO terbuka bekerja sama dengan berbagai pihak demi mendorong literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

Di tahun sebelumnya OVO telah banyak menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Seperti BCA, BRI, Bank Mandiri, Google Play, JD.ID, Bukalapak, BliBli, Pos Indonesia, HappyFresh, McD dan masih banyak lagi.

Menurut laporan dari CORE Indonesia, sebanyak 82% UMKM menyatakan terbantu oleh ekosistem OVO di tengah pandemi. Dengan rata-rata kontribusi ekosistem mencapai 18% dari penjualan mereka. (yos)