Kamis, 11 Agustus 2022 | 09:47 WIB

Penerbangan Umrah Perdana Lion Air ke Madinah

BACA JUGA

ads-custom-1

FiTechnesia.com | Sabtu (8/1), Lion Air memulai layanan penerbangan perdana kembali ibadah umrah dari Jakarta. Yakni melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten (CGK) tujuan Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz-Madinah (MED).

Penerbangan berangkat dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta menggunakan nomor JT-1110, lepas landas pada 13.10 WIB. Dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz-Madinah pukul 19.30 waktu setempat Arabia Standard Time (AST).

Lion Air memenuhi dan menjalankan ketentuan operasional menurut masing-masing negara serta aturan internasional. Penerbangan tujuan Jeddah dan Madinah ini terlaksana setelah Lion Air memenuhi semua kualifikasi dan persyaratan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) termasuk audit keselamatan dan keamanan.

Lion Air Group tetap menerapkan semua ketentuan penerbangan yang berlaku selama masa waspada pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Untuk pemberangkatan dan pemulangan jemaah umrah dilakukan satu pintu melalui Asrama Haji Pondok Gede.

Tercatat 414 calon jamaah umrah telah memenuhi persyaratan. Sebagaimana ketentuan yang berlaku terdiri dari pemeriksaan (screening) kesehatan 1×24 jam sebelum berangkat meliputi pemeriksaan kesehatan, vaksinasi Covid-19, meningitis dan pemeriksaan PCR dengan fasilitas kesehatan (rumah sakit dan laboratorium) yang diterima otoritas kesehatan Arab Saudi.

Penerbangan umrah ditandai pengoperasian Airbus 330-900NEO registrasi PK-LES yang dilayani tanpa henti (non-stop). Sebagai pesawat terbaru berbadan lebar (wide body) dan operator pertama di Asia Pasifik yang menggunakan armada ini. 

“Pengoperasian Airbus 330-900NEO menjadi bagian dari langkah strategis Lion Air guna memperkuat pengembangan bisnis penerbangan jarak jauh (long haul). Yakni yang memerlukan waktu tempuh lebih dari 13 perjalanan tanpa henti (nonstop),” terang Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, Sabtu (8/1).

A330-900NEO bertata letak lorong ganda (double aisle). Berkapasitas 433 kursi penumpang yang nyaman, menyediakan kabin paling senyap di kelasnya. 

Pelaksanaan umroh perdana kembali tahun ini sebagai bentuk keseriusan Lion Air dalam mengakomodir dan memfasilitasi kebutuhan perjalanan ibadah.Pembukaan pasar umroh kembali merupakan peluang dan ekspansi bisnis Lion Air sekaligus menciptakan pemerataan konektivitas rute internasional dari Indonesia.

Lion Air mempersiapkan dan mengoperasikan 12 armada. Yaitu Airbus 330-300 (440 kursi) dan Airbus 330-900NEO (436 kursi). Rata-rata pesawat berusia muda. Seluruh pesawat telah menjalani perawatan intensif, dalam kondisi terbaik dan layak terbang (airworthy for flight).

Armada dilengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter atau penyaringan partikel yang kuat. HEPA filter membantu menjaga kebersihan udara di kabin dan menyaring lebih dari 99,9% jenis virus, kuman, serangga dan bakteri. 

Udara di dalam kabin pesawat diperbarui setiap 2-3 menit, sehingga lebih segar. Siklus udara dari toilet (lavatory) dan dapur (galley) langsung dialirkan ke luar pesawat.

Peningkatan kegiatan kebersihan dan sterilisasi pesawat udara Lion Air Group secara berkala dengan metode Aircraft Exterior and Interior Cleaning (AEIC) dijalankan di pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic (BAT). Dan di berbagai basis bandar udara (base station) dimana pesawat Lion Air Group berada. (nin)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER