Kamis, 11 Agustus 2022 | 09:00 WIB

Bank BNI Naikkan Alokasi KUR, Ini Kata Teten

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Bank BNI menaikkan alokasi kredit usaha rakyat (KUR). Menurut Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, kebijakan BNI menjadi langkah tepat untuk mengembangkan UMKM nasional.

BNI menaikkan alokasi KUR hingga Rp 38 triliun per 2022. Naik 22,7% dibandingkan  2021, senilai Rp 30,95 triliun.

“Bank Penyalur KUR harus menaikan plafon mereka. Tahun ini alokasi KUR dinaikkan jadi Rp 373 triliun dari tahun lalu Rp 285 triliun,” kata Teten, Kamis (6/1).

Mulai 2022, plafon KUR yang ditetapkan pemerintah menjadi Rp 285 triliun. Naik 30,9% dari alokasi 2021. Kebijakan tersebut direspon BNI dengan menaikkan alokasi KUR menjadi Rp 38 triliun.

“Pihak bank juga harus memastikan plafon tanpa agunan sampai Rp 100 juta bisa jalan efektif. KUR akan terus kami naikkan sampai nanti mencapai 30% kredit perbankan untuk UMKM,” katanya.

Direktur Kelembagaan BNI, Sis Apik Wijayanto berkata, kenaikan alokasi sebagai cara perusahaan membantu pemerintah mewujudkan target porsi pembiayaan UMKM perbankan menjadi 30% pada tahun 2024.

Alokasi KUR BNI akan dimanfaatkan untuk membantu menjaga momentum pertumbuhan segmen UMKM ang saat ini mengalami peningkatan permintaan kredit. BNI juga akan memanfaatkan alokasi KUR untuk mendorong pertumbuhan usaha kecil di sektor komoditas pada 8 klaster unggulan. Sejalan dengan arahan pemerintah untuk membangun industri UMKM yang kuat melalui strategi klaster.

“Kami cukup yakin untuk penyaluran KUR akan sesuai alokasi pemerintah. Terlebih, kami melihat permintaan dan kinerja KUR BNI yang sangat baik,” kata Sis Apik.

Dia mengatakan, BNI sebagai bank internasional memiliki strategi khusus dalam pengembangan segmen UMKM. Perseroan fokus mendorong UMKM agar bisa go produktif, go digital, dan go global. 

Ada 3 fokus strategi BNI untuk mendorong UMKM agar naik kelas. Pertama, perseroan memberdayakan UMKM ekspor serta diaspora. Agar pelaku UMKM tidak hanya melakukan ekspansi bisnis keluar negeri, tetapi juga mendorong pengembangan usaha WNI yang tinggal di luar negeri. 

Kedua, menciptakan ekosistem bisnis unggulan. BNI akan fokus menggarap 8 klaster prioritas yakni klaster padi, klaster jagung, klaster sawit, klaster tebu, klaster jeruk, klaster tanaman hias, klaster kopi, dan klaster porang.

Ketiga, BNI membentuk digital value chain untuk memberikan dukungan menyeluruh melalui pembiayaan. Hingga pendampingan para mitra BNI dari hulu ke hilir. (mrz)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER