Layanan Kesehatan Harga Terjangkau dengan Digitalisasi ala KlinikGo

FinTechnesia.com | Sektor healthtech dinilai mampu membantu mengatasi tantangan sistem pelayanan kesehatan dan meningkatkan akses layanan kesehatan berkualitas di Indonesia. Berdiri sebagai platform healthtech, KlinikGo menawarkan nilai tambah pelayanan kesehatan di Indonesia. 

Selain menggunakan model bisnis B2C (business-to-consumer) telemedisin dan apotek digital sejak awal, kini KlinikGo mulai mengekspansimodel B2B (business-to-business). Yakni menghadirkan akses layanan kesehatan lebih baik dan terjangkau.

Chief Executive Officer (CEO) KlinikGo, Ogy Winenriandhika mengatakan, proyeksi jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahun menjadi tantangan bagi semua pihak. Termasuk pemerintah dan swasta untuk memenuhi fasilitas kesehatan. Terlebih ketika pandemi Covid-19 melanda.

“Berawal dari situ KlinikGo ingin mempermudah akses layanan kesehatan yang lebih baik dan lengkap dengan harga terjangkau di tengah masyarakat. Salah satunya dengan memfasilitasi praktisi kesehatan untuk membuka klinik secara mandiri,” kata Ogy, Senin (10/1)

Solusi KlinikGo aalah pembiayaan, pengembangan, dan digitalisasi klinik. Menurut Ogy, tantangan terbesar pada layanan kesehatan atau klinik di Indonesia adalah tidak ada standar layanan klinik, keramahan petugas, pengetahuan yang minim, hingga terbatasnya akses area.

KlinikGo menerapkan beberapa SOP (Standard Operating Procedure) bagi klinik. Mulai standar fasilitas dan customer service, solusi perencanaan keuangan, harga obat yang lebih terjangkau, penyediaan sistem POS (Point of Sales), hingga aktivasi layanan home care dan strategi pemasaran klinik.

“Peningkatan layanan melalui booking dan pembayaran digital juga dapat membantu pasien mendapatkan akses pengalaman layanan terbaik dari home care maupun klinik yang dikunjungi. Seerti mudah, cepat, dan terjangkau,” ujar Ogy.

Hingga kini, KlinikGo telah melayani lebih dari 500.000 pasien dan 10.000 lebih layanan home care. KlinikGo menargetkan untuk bisa mendigitalisasi 1.000 klinik di lebih dari 20 kota di Indonesia dan 300 rekanan pada tahun 2022. (yos)