Resolusi Finansial Harus Diimbangi Komitmen

FinTechnesia.com | Semangat menjalankan resolusi finansial perlu diimbangi komitmen. Ini demi menghindari kebiasaan lama yang dapat berujung pada kejatuhan finanisal atau financial suicide

Financial Planner Head Oneshildt Financial Planning, Agustina Fitria mengatakan, kejatuhan finansial merupakan suatu kondisi seseorang mengalami defisit keuangan secara terus-menerus. Serta tidak diperbaiki. 

Defisit keuangan ini bisa berasal dari faktor internal. “Yaitu kebiasaan sehari-hari dan gaya hidup. Bisa juga berasal dari faktor eksternal. Seperti bencana atau peristiwa di luar kendali seseorang yang berdampak besar terhadap keuangan,” ujar Agustina, dalam rilis, Senin (10/1). 

Pada dasarnya, kejatuhan finansial dapat disebabkan oleh berbagai faktor internal maupun eksternal. Di antaranya tidak menyusun tujuan keuangan, tidak mencatat pemasukan dan pengeluaran, kebiasaan ‘gali lubang tutup lubang’, tidak mempersiapkan dana pensiun, serta tidak memiliki asuransi. 

Asuransi berfungsi sebagai proteksi yang memberikan perlindungan keuangan jika terjadi kejatuhan finansial yang berasal dari faktor eksternal, seperti jatuh sakit, tutup usia, kebakaran, kecelakaan, dan sebagainya.

Karenanya, penting bagi seseorang untuk melindungi diri dan keluarga dengan asuransi sesuai kebutuhan. Misalnya asuransi jiwa untuk pencari nafkah, asuransi kesehatan untuk seluruh anggota keluarga, dan asuransi kendaraan untuk mobil, serta asuransi kerugian untuk rumah.

Sebelum memilih asuransi, perlu dipahami konsep transfer risiko (transfer risk). Perlindungan diberikan dalam bentuk pengalihan risiko ekonomi dari nasabah atau tertanggung kepada perusahaan asuransi sebagai penanggung risiko.

“Memasuki tahun ketiga pandemi, kami terus gencar dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perlindungan asuransi. Baik dari jenis-jenis produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan, apa saja manfaat asuransi yang akan didapatkan hingga kapan waktu terbaik bagi seseorang mulai memiliki asuransi,” jelas Karin Zulkarnaen, Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia. 

Meskipun pandemi belum dapat diprediksi kapan akan berakhir. Namun, generasi milenial tetap dapat mewujudkan kebebasan finansial dengan merancang resolusi dari sekarang.

Dengan membuat resolusi finansial, para milenial dapat tetap berkarya dan berkembang,di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Tanpa perencanaan keuangan yang tepat dan perlindungan asuransi dari risiko eksternal yang dapat terjadi, semakin sulit bagi generasi milenial untuk menuju kebebasan finansial. (mrz)