Telkomsel Membentuk Anak Usaha Baru, PT Telkomsel Ekosistem Digital, Ini Fokus Bisnisnya

FinTechnesia.com | Telkomsel memastikan keberlanjutan peta jalan transformas. Anak perusahaan Telkom ini membentuk PT Telkomsel Ekosistem Digital.

Langkah ini sekaligus menjadi wujud keseriusan dalam memperluas portofolio bisnis digital perusahaan. Sebagai anak perusahaan Telkomsel, PT Telkomsel Ekosistem Digital akan diposisikan sebagai holding company yang menaungi beberapa anak perusahaan dari emerging portfolio bisnis vertikal Telkomsel di bidang sektor digital

Caranya, dengan mengoptimalkan pemanfaatan sinergi seluruh keunggulan ekosistem aset yang dimiliki Telkomsel. Pembentukan  PT Telkomsel Ekosistem Digital untuk membuka peluang serta mempermudah inovasi pemanfaatan teknologi digital terkini. Sehingga akan memperkuat ekosistem digital Indonesia.

Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam mengatakan, Telkomsel ingin terus memberikan manfaat kepada masyarakat. Yakni dengan mengoptimalkan kapabilitas digital trifecta (digital connectivity, digital platform, dan digital service) untuk mendorong perluasan portofolio bisnis di berbagai sektor. Terutama yang dapat memperkuat perekonomian digital nasional.

Untuk itu, Telkomsel secara konsisten terus melanjutkan peta jalan transformasi perusahaan dalam penyediaan solusi digital yang customer-centric, agar dapat selalu memenuhi kebutuhan gaya hidup digital pelanggan yang kian dinamis seiring dengan perkembangan pasar.

“Sebagai holding company, kami berharap PT Telkomsel Ekosistem Digital mendorong lebih banyak solusi karya talenta digital lokal serta membuka peluang kolaborasi bersama para pelaku bisnis dan perusahaan digital terdepan. Meningkatkan potensi talenta digital anak bangsa, sehingga dapat semakin mematangkan kemandirian digital Indonesia,” terang Hendri, Selasa (18/1).

Pada tahap awal, PT Telkomsel Ekosistem Digital akan bergerak di bawah kepemimpinan Andi Kristianto sebagai Chief Executive Officer (CEO). Lalu Andry Firdiansyah sebagai Chief Financial Officer (CFO) dan Chief Human Resource Officer (CHRO), dan Luthfi K. Arif sebagai Chief Technology Officer (CTO). PT Telkomsel Ekosistem Digital juga akan segera mengumumkan brand name ke depa akan digunakan sebagai identitas bisnis.

Andi mengatakan, PT Telkomsel Ekosistem Digital merupakan langkah besar. Sekaligus menandai fase baru bagi perjalanan transformasi Telkomsel sebagai perusahaan digital. 

PT Telkomsel Ekosistem Digital menjadi bagian upaya Telkomsel dalam menghadirkan ragam solusi digital lebih luas dan mampu memberikan manfaat  bagi seluruh lapisan masyarakat. PT Telkomsel Ekosistem Digital akan mengoptimalkan keunggulan aset dan kapabilitas yang berada di ekosistem Telkomsel di segala aspek, untuk dapat mengeksplorasi berbagai potensi.

“Sehingga mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital nasional. Serta  menjadikan Indonesia sebagai digital powerhouse di Asia Tenggara,” terang Andi.

Mendorong pengembangan di gelombang pertama, PT Telkomsel Ekosistem Digital akan fokus pada tiga sektor industri digital. Yakni edu-tech, health-tech dan gaming.

Ketiga lini bisnis tersebut dinilai memiliki potensi besar mendorong perekonomian digital nasional. Dan menjadi bagian dari emerging portofolio bisnis digital Telkomsel. Dan ke depan memiliki potensi untuk scale-up.

Dalam waktu dekam Telkomsel juga berencana akan melakukan pemekaran usaha melalui pemisahan keseluruhan bisnis aplikasi Kuncie dan Fita agar dialihkan kepada PT Telkomsel Ekosistem Digital. Sehingga memperkuat penetrasi bisnis vertikal, masing-masing di sektor edu-tech dan health-tech

Sedangkan untuk sektor gaming, Telkomsel juga telah mengalihkan kontrak usaha patungan kepada PT Telkomsel Ekosistem Digital untuk mendirikan perusahaan joint venture (JV) yang memiliki fokus bisnis sebagai perusahaan penerbit (publishergaming.

Sehingga meningkatkan kompetensi dan kapabilitas di vertikal bisnis Telkomsel di industri games.

Hendri menambahkan, Indonesia kini telah menjadi salah satu negara dengan penetrasi ekonomi digital yang terus tumbuh positif setiap tahun. Transaksi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 124 miliar pada tahun 2025.

Mengutip studi yang dilakukan Google, Temasek, dan Bain & Co., sekitar 41,9% dari total transaksi ekonomi digital Asia Tenggara berasal dari Indonesia. Nilai ekonomi digital Indonesia sendiri pada 2020 telah mencapai US$ 44 miliar.

Tumbuh 11% dibandingkan 2019. Dan memiliki kontribusi sebesar 9,5% terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia.

Hingga kuartal ketiga 2021, Telkomsel mencatatkan pertumbuhan pendapatan dari bisnis digital sebesar 6% year on year. Berkontribusi pada pendapatan perusahaan, yang kini telah mencapai lebih dari 77,5% dari total pendapatan perusahaan.

“Kami berharap, PT Telkomsel Ekosistem Digital dapat menjalankan peran memperkuat Telkomsel sebagai digital ecosystem enabler. Melalui optimalisasi kapabilitas ekosistem layanan digital yang dimiliki, guna mewujudkan visi Indonesia menjadi salah satu negara ekonomi digital terbesar di dunia,” tutup Hendri. (nau)