OJK Targetkan Kredit Perbankan 2022 Tumbuh 7,5%

FinTechnesia.com | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berhati-hati menetapkan target industri perbankan di 2022. Dalam pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan Kamis (20/1), OJK menargetkan, penyaluran kredit perbankan akan meningkat pada kisaran 7,5% ± 1%.

Meski masih single digit, target itu lebih bank dibandingkan tahun lalu. Penyaluran kredit di tahun 2021 tumbuh 5,2% year on year (you).

“Sektor perbankan telah berangsur-angsur mengalami perbaikan dalam masa pandemi ini,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, Kamis (20/1). 

Masih pandemi, kredit restrukturisasi Covid-19 telah turun menjadi Rp 693,6 triliun. Jauh di bawah angka tertinggi Rp 830,5 triliun pada tahun 2020. Dari jumlah tersebut, telah dibentuk pencadangan sebesar 14,85% atau Rp103 triliun.

Permodalan perbankan terjaga jauh di atas threshold minimum, yaitu sebesar 25,67%. Dengan likuiditas yang ample.

Didukung juga dengan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 12,21%. Tahun 2022, OJK menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga di rentang 10% ± 1%. (mrz)