Kamis, 11 Agustus 2022 | 09:12 WIB

Bananas Dapat Pendanaan Awal US$ 1 Juta, Dipimpin East Ventures

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Bananas, startup quick commerce Indonesia, mengumumkan mendapatkan pendanaan awal US$ 1 juta. Pendanaan dipimpin East Ventures.

Serta partisipasi dari SMDV, ARISE, MDI Ventures dan beberapa angel investor. Bananas juga diterima dalam YCombinator Winter 2022. Ini adalah inkubator startup bergengsi yang memiliki tingkat penerimaan 2% di antara startup teknologi global.

Sehingga menjadikan Y Combinator sebagai salah satu investor Bananas dengan investasi baru sebesar US$ 500.000. Total Bananas berhasil mendapatkan US$ 1,5 juta atau Rp 21,5 miliar dalam pendanaan tahap awal ini.

Mario Gaw, Founder dan CEO Bananas menyatakan, modal ini akan mempercepat misi merevolusi pengalaman berbelanja bahan makanan di pasar. Bananas didirikan selama era pandemi. “Ketika kami menyadari kebutuhan pelanggan akan barang kebutuhan sehari-hari, kecepatan, dan kenyamanan terbaik selama masa krisis ini,” kata Mario, pekan lalu.

Berdiri akhir tahun 2021, Bananas bertujuan menjembatani pasar dengan masa depan belanja bahan makanan. Pelanggan dapat berbelanja barang kebutuhan sehari-hari, membayar, dan menunggu pesanan sampai waktu rata-rata 10 menit melalui aplikasi seluler Bananas.

Bananas membangun hub mikro berbasis teknologi, bernama “dark stores”, di dekat area banyak pemukiman untuk mengantarkan bahan makanan secara instan. 

“Kami percaya solusi teknologi kami akan memberikan kemudahan dan mengurangi kesulitan berbelanja bahan makanan. Sehingga pelanggan memiliki lebih banyak waktu bersama orangorang terkasih,” ujar Kristian Sinaulan, Founder dan CTO Bananas.

Investasi tersebut akan mempercepat Bananas memasuki sektor e-groceries di Indonesia. Ini merupakan pasar multi-miliar dolar di Indonesia dan diperkirakan akan mencapai US$ 170 juta pada tahun 2022.

Pendanaan tersebut untuk mengembangkan tim. Terutama untuk mendukung operasional dari produk, dark storesinventory, hingga customer service.

Bananas menargetkan membangun setidaknya 50 dark stores di Jakarta dan kota-kota tier-1 lainnya di Indonesia dalam waktu dekat.

Devina Halim, VP of Investment East Ventures mengatakan, menyambut Bananas sebagai bagian dari portofolio East Ventures.

“Kami percaya quick commerce akan memiliki pertumbuhan dan peluang besar di pasar. Terutama mengingat besarnya pasabahan makanan yang belum tergarap di Indonesia. Kami berharap,terus menyaksikan pertumbuhan positif dari Bananas dalam merevolusi e-grocery di Indonesia,” terang Devina. (nin)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER