Kamis, 11 Agustus 2022 | 08:41 WIB

Broom Meraih Pre Seed Funding Senilai US$ 3 Juta, Dipimpin AC Ventures

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Broom meraih US$ 3 juta dalam putaran pre-seed funding. Pendanaan dipimpin AC Ventures. Quona Capital dan beberapa angel investor. Pendiri startup unicorn di Indonesia, seperti Kopi Kenangan dan Lummo turut serta dalam putaran tersebut. 

Melalui pendanaan segar ini, perusahaan pembiayaan berbasis teknologi (fintech) penyedia solusi keuangan untuk inventaris dealer mobil, berencana mempercepat pertumbuhan perusahaan.

Dengan meningkatkan pengalaman pelanggan berbasis teknologi melalui produk dan layanan baru. Juga emperluas jangkauan di kota-kota besar Indonesia dan menggandakan jumlah tim hingga akhir 2022. 

Broom menempati posisi unik sebagai pemain fintech yang menawarkan solusi digital untuk ekosistem mobilitas Indonesia. Dengan menyediakan platform tunggal bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di bidang otomotif dalam mendigitalkan proses bisnis mereka. 

Melalui platform Broom, UKM otomotifdapat mengelola inventaris, memperoleh akses ke pembiayaan, hingga mengelola berbagai instrumen penjualan mereka. Startup ini bertujuan untuk menjadi pusat bagi digitalisasi jaringan dealerdi Indonesia.

Broom bertujuan menjadi pilihan utama bagi para dealer mobil bekas untuk mengembangkan bisnis mereka dengan menyediakan berbagai produk dan layanan.

“Dengan dukungan dari beberapa investor terkemuka, meningkatkan kepercayaan diri kami terus berjuang dalam perjalanan kami memberdayakan dealer mobil bekas di Indonesia,” tutur Pandu Adi Laras, Pendiri dan CEO, Broom, pekan lalu.

Dealer mobil pada umumnya bekerja dengan cara tradisional. Sebagian besar penghitungan stok dilakukan di papan tulis.

Saat mencoba mendigitalisasikan bisnis, tak sedikit dealer mobil yang merasa kesulitan dalam melakukan penjualan, dan menemukan pembeli yang tepat di lokasi mereka. 

Tidak hanya itu, dari aspek pembiayaan terdapat kesulitan. Lantaran kurangnya dokumentasi.

Rata-rata dealer mobil pergi ke rentenir untuk mendapatkan pinjaman selama enam pekan.  Hal itu dianggap sedikit menguntungkan. Padahal bunga dari peminjam cukup tingi, diperkirakan mencapai 8% per bulan. Nah, Broom hadir sebagai penyedia layanan digitalisasi dan pembiayaan untuk memberdayakan dealer mobil.

Broom menyediakan tiga solusi bagi dealer melalui platform mereka. Mulai kesempatan meningkatkan aspek operasional dealer, mengaktifkan penjualan online, hingga memperoleh akses ke pembiayaan.

Pembiayaan produktif Broom menawarkan fasilitas pinjaman jangka pendek dengan tingkat bunga kompetitif. Hal ini dapat terjadi lantaran Broom memiliki kemitraan dengan lembaga keuangan yang menyediakan pembiayaan murah. 

Alhasil, para pengguna (nasabah) Broom pundapat mengakses fasilitas pinjaman dengan memanfaatkan persediaan yang ada sebagai jaminan dengan proses persetujuan yang cepat.

Industri mobil bekas mencapai nilai transaksi tahunan sebesar US$ 14 miliar. Dan dealer UKM menyumbang lebih dari 80% walaupun tanpa akses ke pembiayaan yang terjangkau.

“Broom berupaya memberdayakan dealer-dealer ini melalui produk keuangan dan pendukung lain untuk membantumeningkatkan skala bisnis mereka,” ungkap Adrian Li, Founder & Managing Partner AC Ventures. 

Broom memiliki koneksi yang kuat terhadap dealer berkat jaringan luas pendiri startup ini. Sehingga  memungkinkan Broom menggandeng banyak dealer dengan cepat. Terutama di area Jabodetabek dan Jawa. 

Saat ini, Broom memiliki lebih dari 2.000 dealer mobil bekas di wilayah Jabodetabek dan optimistis dapat terus bertambah. Startup ini memiliki kemitraan yang menjanjikan dengan lembaga keuangan besar. Seperti BRI Finance, dan BRI Insurance. (eko)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER