Jumat, 1 Juli 2022 | 20:25 WIB

Drone Light Show, Cara Drone Meriahkan Malam

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Drone light show adalah pertunjukkan yang memanfaatkan sejumlah drone berjenis quadcopter. Pengendalian melalui sistem komputer dan tanpa kendali pilot sama sekali.

Pesawat nirawak ini akan terbang sesuai formasi sambil menampilkan cahaya dengan warna tertentu. Sehingga dari mata penonton, gerak terbang serta cahaya dari drone akan menampilkan bentuk dan warna yang menarik. 
 
Awal mula ide ini dimulai ketika maraknya penggunaan drone. Ide tersebut disampaikan pada tahun 2012, ketika Vijay Kumar, dekan teknik di Universitas Pennsylvania menyampaikan, drone punya potensi digunakan untuk banyak keperluan dari hiburan sampai misi kemanusiaan. 
 
Tak lama berselang, pada tahun 2012 terciptalah pertunjukkan perdana menggunakan drone di Kota Linz, Austria, oleh Art Electronica Futurelab. Sebanyak 49 drone beratraksi di udara dengan bergerak teratur hingga membentuk pola.

Hasilnya, pertunjukkan ini menjadi pioneer drone light show. Serta membuktikan drone bisa digunakan untuk hiburan.
 
Tentu tidak mudah bisa mengendalikan drone dalam jumlah banyak secara bersamaan untuk membentuk formasi yang indah. Terdapat banyak peran serta keahlian yang berkecimpung di jenis pertunjukkan baru ini.
 
Cara kerja drone light show ialah membuat sejumlah drone beratraksi berdasarkan formasi terbang. Drone yang digunakan bukan seperti biasanya. Melainkan drone yang mengandalkan GPS, sensor, dan lampu LED yang besar dan sistem kendali terpusat yang diatur oleh suatu komputer.

Sehingga, drone bisa bergerak sesuai formal. Sambil menampilkan perubahan warna cahaya dan membentuk pola-pola tertentu.
 
Sedangkan formasi terbangnya, terdapat peran desainer ataupun animator yang mengkonsep visual gerak setiap drone. Tidak hanya arah terbangnya saja, tapi merancang juga harmoni warna lampu dari setiap drone.
 
Konsep visual yang sudah tersusun lalu diserahkan ke bagian programming dan pilot. Proses ini akan merancang konsep secara visual menjadi konfigurasi program yang nantinya menjadi gerak terbang drone.
 
Terbang selama mungkin dan seterang-terangnya, ialah perbedaan untuk pertunjukkan. Hal yang membuat drone light show menarik dibanding kembang api ialah bisa menyerupai berbagai bentuk sesuai keinginan.
 
Drone bisa disusun untuk membentuk kalimat ataupun bentuk tertentu. Belum lagi bentuk yang dihasilkan dari formasi drone bisa juga bergerak layaknya tiga dimensi. Pertunjukkan drone light show ini menjadi standar baru untuk memeriahkan acara.
 
Pertunjukkan terbaru yang menggunakan konsep ini adalah acara pembukaan Super Bowl di Amerika pada bulan Februari lalu. Sebanyak 500 dronememeriahkan acara sambil menyerupai beberapa gambar.

Selama 15 menit, formasi drone sebanyak itu berhasil menyerupai bentuk bola, bintang, sampai rupa pemainnya.
 
Bahkan Indonesia sendiri pernah menjadikan drone light show sebagai bagian hiburan. Dalam memeriahkan Asian Games di tahun 2018, sebanyak 300 drone membentuk formasi dari kalimat “Asean Games 2018” sampai membentuk orang membawa obor.

Managing Director Terra Drone Indonesia, Michael Wishnu Wardana mengungkapkan, drone light show salah satu contoh perkembangan drone yang diterima baik. Kini pertunjukan di acara besar sudah menggunakan drone karena bisa menampilkan visual sesuai keinginan dan tema acara. 

“TerraDrone Indonesia mulai tahun ini memberikan jasa drone light show,” terang Michael, belum lama ini. (jun)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER