Kamis, 11 Agustus 2022 | 09:13 WIB

Kaspersky Catat, Ada 12 Juta Ancaman Online di Kuartal Pertama 2022 di Indonesia 

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Adopsi teknologi baru yang populer di Indonesia meningkat pesat sejak awal 2022. Menurut laporan Bank Dunia baru-baru ini, adopsi teknologi dalam bisnis di Indonesia tertinggi di dunia.

Namun, adopsi teknologi mutakhir ini masih membutuhkan kewaspadaan dan kesadaran keamanan lebih besar dari seluruh pemangku kepentingan. Mulai sektor perusahaan, pemerintah, dan penggunanya. 

Alasan di balik ini, penjahat dunia maya menyadari peluang yang terbuka bagi teknologi baru untuk tindakan berbahaya mereka.

Berdasarkan telemetri terbaru Kaspersky, hampir 12 juta ancaman online menargetkan pengguna di Indonesia selama tiga bulan pertama tahun 2022.

Selama Januari hingga Maret 2022, produk Kaspersky mendeteksi dan memblokir sebanyak 11.802.558 ancaman dunia maya berbeda. Ditularkan melalui internet pada komputer pengguna KSN (Kaspersky Security Networks) di Indonesia.

Sebanyak 27,6% pengguna dalam negeri menjadi sasaran ancaman berbasis web pada periode ini. Mningkat 22% dibandingkan dengan 9.639.740 upaya pada periode yang sama tahun lalu. Dan hanya sedikit menurun (2%) dari kuartal terakhir (Oktober hingga Desember) tahun lalu.

Ini menempatkan Indonesia di urutan ke-60 di seluruh dunia dan peringkat pertama di Asia Tenggara dalam hal bahaya yang ditimbulkan dari berselancar di web.

Dari Januari hingga Maret 2022, produk Kaspersky mendeteksi sebanyak 14.047.376 insiden lokal di komputer para partisipan KSN di Indonesia.

Sebanuak 29,9% pengguna dalam negeri diserang oleh ancaman lokal selama periode ini. Menurun 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.m Atau turun 15% dibandingkan kuartal terakhir tahun lalu.

Penurunan ancaman lokal ini dapat dikaitkan dengan pekerjaan jarak jauh secara berkelanjutan. Sehingga meminimalkan penggunaan perangkat yang dapat dilepas di kantor, secara signifikan.

Serangan siber baik yang dilakukan melalui taktik daring atau luring terbukti menargetkan individu dan bisnis dalam segala bentuk dan ukuran. Kemunculan berbagai tren digitalisasi di Indonesia akhir-akhir ini merupakan perkembangan yang menggembirakan. 

“Kami melihat lebih banyak orang merangkul NFT, transaksi kripto, metaverse, dan bahkan gaya hidup investasi yang berkembang pesat di kalangan generasi muda. Tren ini juga harus disambut dengan kewaspadaan dari semua pihak yang terlibat, karena para pelaku kejahatan siber selalu menunggu tren berikutnya untuk dieksploitasi,” terang Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.

Untuk menghindari ancaman online, pakar Kaspersky menyarankan pengguna online beberapa hal.

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER