Jumat, 1 Juli 2022 | 20:35 WIB

Efek Investasi di GOTO, Ini Kata Perusahaan Sekuritas Terkait Rekomendasi Saham Telkom

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | PT Telkom Indonesia Tbk mencatatkan pendapatan sebesar Rp 35,2 triliun. Tumbuh 3,7% secara year on year.

Sementara laba bersih Rp 6,1 triliun pada kuartal I 2022 atau tumbuh tipis 1,73%. Tipisnya laba emiten bermode saham TLKM itu lantaran adanya satu pos yakni kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi. Unrealized lost itu sebesar Rp 893 miliar.

Dalam risetnya, Jumat (13/5) MNC Sekuritas menyebutkan, kinerja tersebut sudah seusai ekspektasi. Terkait unrealized lost itu, terutama disebebabkan kerugian yang belum direalisasi sebesar Rp 881 miliar dari investasi Telkomsel di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

“Dengan memperhitungkan kerugian yang belum direalisasi dari investasi di GoTo, angka laba bersih yang dinormalisasi akan menjadi Rp6,7 triliun atau tumbuh 11,3% yoy,” tulis MNC Sekuritas.

MCN Sekuritas tetap optimistis dengan bisnis TLKM. Memiliki 27 data center, TLKM saat ini sedang mengembangkan bisnis data centernya dengan membangun Hyperspace Data Center (HDC) 75MW dengan tahap pertama penyelesaian data center 22MW yang direncanakan akan selesai pada kuartal II 2022.

TLKM juga menjalin kemitraan strategis dengan Singtel untuk mengembangkan bisnis data center regional. Serta integrasi Fixed Mobile Convergence (FMC) dengan target menjadi pemain data center berskala global.
TLKM memproyeksikan pertumbuhan tahunan sebesar 20% dari pertumbuhan data center hingga tahun 2024.

Selain itu, kerjasama TLKM dengan Singtel diharapkan dapat mendorong digitalisasi Indonesia melalui proses pasar data center. Indonesia hanya memiliki 10,4% pangsa pasar data center Asia Tenggara, jauh di bawah Singapura dengan pangsa pasar 43,4% pada kwartaal I 2022.


Selama ini Telkomsel dan GoTo memiliki berbagai program sinergi. Seperti
A. Paket Swadaya Telkomsel (Paket Data Internet ) khusus untuk Mitra Driver Gojek dan merchant GoFood.
B. Digitalisasi Mitra Reseller/Outlet Telkomsel di ekosistem GoShop.
C. Solusi layanan Call Masking dari Telkomsel nGage (CPASS technology) untuk kenyamanan operasional layanan Gojek dalam berkomunikasi antara mitra driver Gojek dengan pelanggannya.

MNC Sekurita mempertahankan beli dengan target price Rp 4.900 per saham. “Menyiratkan 5,39x ekspektasi 2022 EV/EBITDA dan mendekati rata-rata dari rata-rata 5 tahun,” tulis MNC Sekuritas.

Dengan meningkatnya permintaan data seperti pengembangan jaringan metaverse dan 5G, MNC Sekuritas melihat TLKM akan membukukan pendapatan data yang lebih tinggi, sementara pendapatan seluler tetap stabil. (ari)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER