Jumat, 1 Juli 2022 | 20:03 WIB

LinkAja Catat Lonjakan Penggunaan Pembayaran Berbagai Moda Transportasi pada Mudik 2022

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Masyarakat Indonesia akhirnya kembali merasakan kebahagiaan menjalani tradisi mudik. Ini setelah dua tahun merayakan Ramadan dan Idul Fitri dengan penuh keterbatasan.

Pada periode ini, LinkAja terlihat menjadi layanan pembayaran elektronik pilihan masyarakat. Dan mencatat lonjakan penggunaan pembayaran elektronik untuk berbagai moda transportasi selama bulan Ramadan hingga mudik Idul Fitri 2022.

LinkAja mencatatkan rata-rata kenaikan jumlah transaksi dan nilai transaksi sekitar 60% ketimbang periode sebelum Ramadan hingga mudik Idul Fitri 2022.

Dibandingkan Ramadan dan Idul Fitri yang sama pada tahun lalu, tercatat kenaikan hampir 30%.


Melakukan pembayaran elektronik untuk kategori transportasi merupakan salah satu kategori favorit pengguna LinkAja. Berdasarkan data penggunaan LinkAja, selama Ramadan dan mudik Idul Fitri 2022, perbandingan pembayaran untuk moda transportasi Kereta Api Indonesia (KAI) mengalami lonjakan terbesar.

Melalui LinkAja dan LinkAja Syariah, mencatat kenaikan berturut-turut sebesar 38% dan 216% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Moda transportasi menuju bandara, Railink, menjadi pilihan baru masyarakat untuk pergi ke bandara saat mudik. Terlihat dari lonjakan tinggi sebesar lebih dari 6 kali lipat dibandingkan sebelum Ramadan.

Selain itu kenaikan penggunaan tertinggi yang kedua dicatat oleh jasa transportasi ferry (ASDP). Mencapai kenaikan lebih dari 70% pada Ramadan dan mudik Lebaran.

Penggunaan LinkAja di ride hailing dalam aplikasi Gojek dan Grab juga meningkat 28%. Dan lebih dari 70% penggunaan melalui LinkAja Syariah ketimbang periode yang sama tahun lalu.


Wibawa Prasetyawan, Plt Direktur Utama LinkAja menyatakan, kenaikan bukan saja menunjukan, situasi ekonomi yang berangsur-angsur pulih dan semakin membaik.


Saat ini ada lebih dari 84 juta pengguna terdaftar LinkAja reguler dan 6 juta pengguna LinkAja Syariah. Peningkatan jumlah pengguna dari tahun ke tahun juga terefleksikan dalam peningkatan nilai transaksi selama bulan Ramadan 2022 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya di 2021.

Yaitu sekitar 31% untuk LinkAja reguler. Sementara untuk LinkAja Syariah merangkum pertumbuhan lebih dari 100%.

Lebih dari 10 perusahaan BUMN dan penyedia jasa transportasi swasta telah menjadikan LinkAja sebagai platform keuangan digital.

“Kami melihat lonjakan penggunaan LinkAja untuk pembayaran moda transportasi selama Ramadan dan libur Lebaran kemarin sebagai bentuk kepercayaan masyarakat yang makin tinggi pada LinkAja,” tutup Wibawa, Kamis (19/5). (ari)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER