Sabtu, 13 Agustus 2022 | 00:22 WIB

Tren Suku Bunga Naik, Moduit: Investasi Reksadana Masih Menarik

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Sebagai upaya pengendalian inflasi sejumlah negara menaikan suku bunga acuan. Pada awal Mei 2022, Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) sebesar 50 basis poin (bps).

Langkah ini belum berhenti. Kenaikan suku bunga The Fed bahkan bisa lebih agresif seiring terus melesatnya angka inflasi negeri Paman Sam yang mencapai angka 8,6%.

Langkah The Fed itu tampaknya akan diikuti bank-bank sentral dunia. Seperti halnya European Central Bank. Dalam sebuah pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde menyampaikan bakal mengerek suku bunga acuan sebesar 25 bps pada Juli 2022. Kalau ini terjadi maka periode pelonggaran moneter Eropa yang terjadi dalam 10 tahun terakhir akan berakhir.

Sementara di dalam negeri, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Days Repo Rate pada level 3,5%.

Sentimen kenaikan suku bunga biasanya sangat berkolerasi dengan kinerja instrumen investasi portofolio. Termasuk reksadana. Untuk itu para investor sebaiknya mencermati perkembangan kenaikan suku bunga sebelum melakukan alokasi investasi.

Head of Advisory & Investment Connoisseur Moduit, Manuel Adhy Purwanto mengatakan, aset investasi obligasi lebih sensitif terhadap  kenaikan suku bunga. Namun real yield (selisih imbal hasil terhadap inflasi) obligasi Indonesia saat ini lebih menarik daripada negara maju atau berkembang lain.

Sedangkan instrumen saham akan tergantung dari kinerja perusahaan dalam membukukan pertumbuhan pendapatan atau laba. Dalam kondisi suku bunga naik, investor akan cenderung lebih selektif mencari perusahaan berkualitas dengan cashflow yang baik.

Reksadana saham yang memiliki strategi investasi ke saham unggulan (blue chip) dapat menjadi pilihan investasi dalam kondisi saat ini. Koreksi di pasar saham dapat menjadi kesempatan yang tepat bagi investor reksa dana yang berorientasi untuk tujuan jangka panjang.

Sementara, khusus investor yang memiliki tujuan investasi jangka pendek dengan profil konservatif, Moduit menyarankan memberikan porsi alokasi investasi lebih besar pada reksadana pasar uang, karena lebih stabil dan minim fluktuasi. Apalagi tren kenaikan suku bunga berpotensi mendatangkan return lebih tinggi pada reksa dana jenis ini.

Alokasi investasi tentu akan sangat tergantung dengan tujuan dan profil risiko investor maupun calon investor. Saat ini platform Moduit menyediakan produk reksadana dan obligasi, serta memiliki fitur Moduit Navigator. Fitur ini membantu investor mendapatkan rekomendasi asset alokasi berdasarkan tujuan dan profil risiko. (ari)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER