Sabtu, 1 Oktober 2022

Transformasi Digital, Penjualan Metrodata di Semester I 2022 Tumbuh 28% yoy

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | PT Metrodata Electronics Tbk meraih pertumbuhan positif. Bahkan dobel digit pada kedua unit bisnisnya.

Unit Bisnis Solusi dan Konsultasi Digital emiten berkode saham MTDL ini mencatatkan pendapatan Rp 2,5 triliun. Tumbuh 21% di semester pertama tahun 2022 dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu Unit Bisnis Distribusi Digital mencatatkan pendapatan sebesar Rp 7,4 triliun. Tumbuh sebesar 29% dari tahun lalu pada periode yang sama.

Dari sisi laba bersih, Unit Bisnis Solusi dan Konsultasi Digital menyumbangkan laba bersih sebesar Rp 162 miliar. Berkontribusi sebesar 60% dari total laba bersih MTDL pada semester pertama tahun 2022.

Sedangkan laba bersih Unit Bisnis Distribusi Digital sebesar Rp 109 miliar atau 40% dari total laba bersih MTDL di semester pertama tahun 2022.

Porsi laba bersih Unit Bisnis Distribusi Digital tidak semua tercatat di MTDL karena merupakan usaha patungan dengan Synnex Taiwan. Sehingga untuk laba bersih dibagi 50:50. .

Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja mengatakan, semakin tingginya transformasi digital di berbagai industri, merupakan peluang memberikan yang terbaik bagi pelanggan dan mitra bisnis melalui kedua unit bisnis MTDL.

Dari Unit Bisnis Solusi dan Konsultasi Digital, sektor perbankan masih menjadi pelanggan terbesar. Yaitu berkontribusi sebesar 45%. Selain perbankan, sektor minyak dan gas, dan telekomunikasi juga memiliki peluang yang besar untuk disasar.

Randy Kartadinata, Direktur MTDL menjelaskan, pesatnya perkembangan teknologi serta adopsi transformasi digital pada sektor perbankan, telekomunikasi. Oil & Gas menyimpan potensi luar biasa yang dapat kami garap.

“Kami yakin, dengan pengalaman beserta portofolio produk dan solusi kami, dapat menjawab potensi pertumbuhan di pasar ini,” kata Randy, dalam rilis ke FinTechnesia, Jumat (29/7).

“Kami optimistis hingga akhir tahun 2022 dapat meraih pertumbuhan pendapatan 15%. Dan pertumbuhan laba 20%,” tutup Susanto. (jun)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER