Kamis, 8 Desember 2022

Bank BNI Mendorong Pembiayaan Berkelanjutan Demi Ekonomi Bersih 

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Bank BNI terus membukukan kinerja positif dari portofolio green banking pada kuartal ketiga tahun ini. Pembiayaan sustainability loan menjadi salah satu produk pembiayaan yang cocok untuk membantu transformasi pelaku industri implementasi prinsip ekonomi berkelanjutan.

Adapun, portofolio berkelanjutan BNI per Juni 2022 senilai Rp117,9 triliun untuk kebutuhan kemajuan dan pemberdayaan ekonomi sosial (UMKM). Lalu Rp16,1 triliun untuk pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan.

Sebanyak Rp12 triliun untuk kebutuhan nergi terbarukan (renewable energy), Rp7,2 triliun dalam hal pencegahan polusi serta kebutuhan pendanaan berkelanjutan dengan total nilai mencapai Rp23,4 triliun.

Head of Enterprise Risk Management Bank BNI Rayendra M Goenawan menyampaikan, perseroan berkomitmen untuk mendukung pembiayaan-pembiayaan berkelanjutan (sustainability financing), maupun langkah guna memitigasi dampak perubahan iklim dan selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). 

Peran konkrit BNI di dalam mewujudkan kebutuhan pendanaan berkelanjutan di Indonesia sudah beragam diupayakan perusahaan.

Misalnya, BNI telah menggandeng Japfa Comfeed dalam penyaluran sustainability linked loan, dan mulai menjadi opsi yang cukup menarik bagi debitur industri pengolahan lain yang melakukan transformasi produksi ke proses yang lebih berkelanjutan.

“Kinerja green portofolio kami tergolong positif. Terlebih dengan produk sustainability loan yang menjadi opsi paling relevan untuk transformasi proses produksi debitur top tier kami,” katanya, pekan lalu.

Rayendra menyampaikan telah BNI juga menjadi bank pertama di Indonesia yang menggunakan skema kerjasama SPKLU Partnership Investor Own Investor Operate (IO2) dari PLN.

BNI mendorong pengembangan PLTS di Indonesia dan meluncurkan program pembiayaan kendaraan listrik melalui BNI Multifinance.

Perseroan telah melakukan penerbitan Green Bond dengan denominasi Rp5 triliun di Juni 2022 yang menjadi modal untuk penguatan green portofolio.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar menyampaikan, inisiatif pembiayaan berkelanjutan begitu penting. Ini menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif, berdaya tahan ramah lingkungan dan juga sejalan dengan SDGs dari United Nations (PBB).

Keberlanjutan lingkungan hidup dan perubahan iklim jadi perhatian kita bersama. Di sektor keuangan, perubahan iklim dapat membawa risiko fisik yang bisa merusak infrastruktur dan meningkatkan risiko kredit maupun risiko transisi yang dapat memicu instabilitas apabila tidak dimitigasi dengan hati-hati.

“Kebutuhan menyelaraskan peralihan energi ramah lingkungan dan periode yang realistis sangat penting,” papar Mahendra.

Dalam sesi dialogue ini, pihaknya berharap dapat memberikan berbagai perspektif tentang manfaat dari keuangan berkelanjutan. OJK berkomitmen penuh dalam mendorong keuangan berkelanjutan sehingga roadmap tak boleh berhenti pada tataran narasi semata. (jun)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER