Senin, 5 Desember 2022

Wujudkan Ekosistem Digital Syariah untuk Masyarakat Inklusi, Ini Langkah BTPN Syariah

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Bank BTPN Syariah terus melakukan berbagai inisiatif transformasi mewujudkan ekosistem digital syariah bagi masyarakat inklusi. Khususnya perempuan unbankable.

Upaya ini untuk beradaptasi terhadap kebutuhan nasabah yang terus naik kelas. Salah satunya meningkatkan peran Mitra Tepat. Ini adalah agent banking sebagai perpanjangan tangan bank untuk melayani langsung kebutuhan nasabah di sentra-sentra komunitas nasabah. 

Para Mitra Tepat ini mendapat dukungan aplikasi untuk melakukan pelayanan setor dan tarik tunai, membuka rekening hingga melayani transaksi lain. Seperti membeli pulsa dan membayar tagihan, termasuk layanan e-commerce untuk barang-barang kebutuhan sehari-hari. 

Seiring berjalannya waktu, bank menyusun program pemberdayaan yang semakin inovatif melalui Tepat Daya Platform. Sebuah platform yang memberikan akses bagi nasabah untuk belajar mandiri mengenai ilmu kewirausahaan serta platform bagi siapapun yang terpanggil untuk turut serta dalam program pemberdayaan BTPN Syariah sebagai seorang kontributor atau disebut Sahabat Daya. 

BTPN Syariah juga melihat perlunya berkolaborasi untuk mendapatkan akses persediaan dan memperluas akses pasar. Salah satu upaya, mendirikan BTPN Syariah Venture Capital (VC).  

Melalui anak usaha ini, BTPN Syariah akan lebih mudah berkolaborasi dengan partner-partner strategis yang memiliki semangat yang sama dalam membesarkan ekosistem digital bagi masyarakat inklusi ke depan. 

Baca juga: Impementasi Adaptive Bank, BTPN Syariah Gapai Laba Bersih Rp 411 Miliar, Naik 9,6%

Pendanaan perdana jatuh kepada start up platform e-commerce yang menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga di kota tier 3-4 di pedesaan. Para nasabah BTPN Syariah yang telah melek teknologi lebih dulu dapat mengakses kebutuhan persediaan dan menjual produk mereka di aplikasi Warung Tepat yang telah terafiliasi dengan start up tersebut. 

Ini adalah bagian dari langkah-langkah transformasi Bank untuk semakin relevan dengan kebutuhan nasabah sesuai aspirasi bank untuk menciptakan sharia digital ecosystem for unbanked.

 “Kami terus berupaya untuk bertransformasi melalui berbagai inovasi – inovasi yang adaptif dan tepat. Menyesuaikan dengan kebutuhan nasabah kami, memastikan kehidupan mereka tumbuh menjadi lebih baik dan berarti. Bank ini menjadi ikhtiar dan fokus kami dalam mewujudkan aspirasi besar yakni, Sharia Digital Ecosystem for Unbanked,” terang Direktur BTPN Syariah, Arief Ismail, Selasa (13/9)..

Sepanjang semester I 2022, BTPNB Syariah mengumpulkan dana pihak ketiga Rp 11,8 triliun. Lalu menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 11,1 triliun. 

Rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) nett sebesar 0,2%. Lalu Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) masih kuat di posisi 48,4%. 

Total aset tumbuh 16% menjadi Rp 20,1 triliun. Dan mencatatkan laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp 856 miliar.  (ari)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER