Senin, 5 Desember 2022

Sarana Menara Nusantara Siap Mendukung Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | PT Sarana Menara Nusantara Tbk pada semester pertama tahun inih memiliki lebih dari 29.200 tower. Dengan lebih dari 54.700 tenant, lebih dari 109.000 km sambungan fiber optik yang menghasilkan penghasilan dan lebih
dari 13.300 aktivasi connectivity.

Penghasilan usaha emiten berkode POWR itu selama semester I 2022 mencapai Rp 5,3 triliun. Meningkat 33,9% dari Rp 3,97 triliun di tahun sebelumnya.
EBITDA mencapai Rp 4,57 triliun, meningkat 34,1% dari Rp 3,4 triliun di tahun sebelumnya.

Dan laba bersih mencapai Rp 1,69 triliun, meningkat 0,1% dibandingkan tahun sebelumnya.

Masing-masing segmen bisnis POWR menunjukkan pertumbuhan yang baik. Penghasilan dari segmen tower pada enam bulan Pertama 2022 mencapai Rp 4,28 triliun atau tumbuh 30,7% dari tahun sebelumnya.

Penghasilan dari segmen tower fiber mencapai Rp 479,6 milyar atau tumbuh 83,5%. Dan penghasilan dari segmen connectivity mencapai Rp 555,3 miliar atau tumbuh 27,9%.

Pencapaian ini berasal dari pertumbuhan bisnis secara organik maupun in-organik. Pertumbuhan organik didukung oleh perkembangan industri telekomunikasi dimana para operator membutuhkan semakin banyak tower dan jaringan fiber optik untuk meningkatkan kualitas pelayanan mereka.

Sementara itu, pertumbuhan anorganik berasal dari transaksi akuisisi tower yang telah dilaksanakan pada awal tahun ini.

“SMN Group yang terdiri dari Protelindo, iForte dan STP siap untuk memenuhi dan mendukung kebutuhan infrastruktur industri telekomunikasi di Indonesia yang terus berkembang melalui pembangunan tower dan jaringan fiber optik untuk meningkatkan kualitas jaringan 4G nasional di Indonesia,” papar Aming Santoso, Presiden Direktur SMN, Protelindo dan iForte, pekan lalu.

Tren kebutuhan infrastruktur diperkirakan akan terus meningkat seperti yang terlihat dari tingginya pertumbuhan jaringan fiber optik dan bisnis connectivity
di tahun ini yang seluruhnya berasal dari pertumbuhan organik.

Belanja modal selama semester I 2022 mencapai Rp 1,57 triliun. Sedangkan alokasi tahun 2022 adalah sekitar Rp 4 triliun.

Pencapaian tevenue dan EBITDA untuk tahun 2022 juga diperkirakan cukup baik di sekitar target Rp 10,5 triliun dan Rp 9 triliun seperti disampaikan sebelumnya. (jun)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER