Senin, 3 Oktober 2022

Traveloka Gandeng Global Sustainable Tourism Council, Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Di Indonesia

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Dengan pembukaan kembali perbatasan antar negara dan berlanjutnya kegiatan perjalanan, pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism mendapatkan momentum yang signifikan di Asia Tenggara dan juga global. Kesadaran para pelaku perjalanan terkait pariwisata juga tinggi.

Sebanyak 9 dari 10 pengguna Traveloka menyatakan peduli terhadap isu keberlanjutan dalam wisata. Hal ini juga sejalan dengan tren global yang mencatat, 7 dari 10 pelaku perjalanan wisata menghindari destinasi dan opsi moda transportasi yang dianggap tidak berkomitmen pada praktik-praktik yang berkelanjutan.

Separuh dari responden mengaku akan membayar lebih untuk moda transportasi, aktivitas wisata, dan penginapan jika pilihan tersebut dianggap mengedepankan prinsip berkelanjutan.

Maka, Traveloka mempromosikan tren pariwisata yang berkelanjutan pada sektor perjalanan dan perhotelan melalui bermitra dengan Global Sustainable Tourism Council (GSTC) memberikan pelatihan kepada para pelaku utama industri perhotelan di Indonesia pada bulan September tahun 2022.

Peningkatan perjalanan wisata di Indonesia saat ini menjadi faktor positif yang mendorong promosi isu keberlanjutan bagi para pengguna dan mitra hotel Traveloka.

Baca juga: Traveloka Pindahkan Kantor Pusat ke BSD City

GSTC membentuk dan mengatur praktik standar berkelanjutan global pada sektor perjalanan dan pariwisata. Saat ini GSTC memainkan peranan global yang penting dalam menyediakan panduan bagi pengembangan dan pengelolaan praktik-praktik keberlanjutan di sektor perjalanan dan pariwisata.

Caesar Indra, Presiden Traveloka, mengatakan, Traveloka ingin mengambil peran aktif dalam membangun masa depan berkelanjutan melalui ekosistem perjalanan yang ada di Traveloka. Upayai hanya dapat dicapai melalui kolaborasi jangka panjang dengan para pemangku kepentingan yang juga memiliki visi yang sama untuk masa depan, seperti GSTC.

“Dengan menggabungkan keahlian yang dimiliki oleh GSTC serta jaringan hotel yang luas dan hubungan Traveloka dengan para pelaku industri hotel yang kuat, kawasan ini memiliki prospek yang lebih baik untuk memiliki ekosistem pariwisata yang berkelanjutan,” terang Caesar, pekan lalu.

Pelatihan terdiri dari 8 sesi pelatihan online dengan masing-masing pertemuan selama 1,5 jam. Pelatihan ini selama empat pekan dalam Bahasa Indonesia. (nin)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER