Senin, 3 Oktober 2022

Filipina Buka Bulan Tekfin ASEAN

BACA JUGA

- Advertisement -

DTI, DICT, Digital Pilipinas meluncurkan Philippine FinTech Festival dan SFE Programme oleh MAS

MANILA, Filipina, 21 September 2022 /PRNewswire/ — Menteri Perdagangan dan Perindustrian Filipina (Department of Trade and Industry/DTI) Alfredo Pascual memimpin acara peresmian Philippine FinTech Festival (PFF) dan SME-Financial Empowerment (SFE) Programme bersama Monetary Authority of Singapore (MAS). Kedua inisiatif ini berlangsung di tengah perkembangan pesat industri Teknologi Finansial (Tekfin) Filipina yang berhasil mencatat rekor investasi senilai $342 juta pada Semester I-2021.

Memimpin acara peresmian PFF dan SME Programme (dari atas, lalu sesuai arah jarum jam, dari kiri ke kanan) DTI Secretary Alfredo Pascual; DICT Undersecretary David L. Almirol Jr.; Chief Fintech Officer, MAS, Sopnendu Mohanty; Country Manager, IFC Philippines, Jean-Marc Arbogast; Convenor, Digital Pilipinas, Amor Maclang; dan Resident Representative, UNDP, Selva Ramachandran.
Memimpin acara peresmian PFF dan SME Programme (dari atas, lalu sesuai arah jarum jam, dari kiri ke kanan) DTI Secretary Alfredo Pascual; DICT Undersecretary David L. Almirol Jr.; Chief Fintech Officer, MAS, Sopnendu Mohanty; Country Manager, IFC Philippines, Jean-Marc Arbogast; Convenor, Digital Pilipinas, Amor Maclang; dan Resident Representative, UNDP, Selva Ramachandran.

PPF akan membuka Bulan Tekfin ASEAN pada 17 Oktober mendatang, disusul Kamboja pada 24 Oktober, dan Thailand pada 27 Oktober, hingga menuju puncak acara tahunan Singapore FinTech Festival (SFF) pada November. PFF adalah mitra di ajang World FinTech Festival yang menampilkan sederet pameran tentang pasar lokal, ulasan industri secara mendalam, dan sesi memperluas jejaring yang digelar lewat kolaborasi dengan jaringan mitra global yang tepercaya menjelang SFF.

"Teknologi tengah mengubah berbagai industri dan UKM sehingga komunitas Tekfin perlu memperluas skalanya," ujar Menteri Pascual.

Digitalisasi ASEAN SFE Programme mengangkat berbagai manfaat dari pemberdayaan UKM secara finansial, seperti yang dinilai oleh Menteri Pascual sebagai "perusahaan yang berorientasi digital. UKM ini mempekerjakan 63% dari total angkatan kerja, serta berkontribusi sebesar 40% terhadap Produk Domestik Bruto. Meski demikian, kalangan UKM ini belum mendapat pembiayaan yang layak, serta membutuhkan teknologi agar produk dan jasanya dikenal dan dapat terjual."

Wakil Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Filipina (Department of Information and Communications Technology/DICT) David L. Almirol Jr. menambahkan, pemanfaatan teknologi oleh pemerintah dapat membantu perkembangan UKM. Namun, dia memaparkan sejumlah tantangan, "Pemerintah masih banyak memakai sistem manual yang sudah ketinggalan zaman, dan tenaga kerja yang belum memadai." Menurutnya, kolaborasi dengan pelaku di sektor swasta dapat menghasilkan kebebasan untuk berinovasi.

Chief FinTech Office, MAS, Sopnendu Mohanty, berkata, "Teknologi dapat menggerakkan ide untuk meningkatkan skala UKM. Pemberdayaan finansial, melalui SFE Programme, menjadi langkah pertama yang meningkatkan pemahaman UKM, serta mengandalkan sarana finansial dan digital untuk berkembang. Ekosistem Singapura gembira berkolaborasi dengan Filipina guna mendukung gerakan Tekfin ASEAN. Gerakan ini akan menghubungkan komunitas Tekfin dan jasa keuangan di tingkat regional."

Peluncuran PFF Kolaborasi teknologi berperan besar bagi pertumbuhan ASEAN, dan semakin mengemuka di ajang PFF. Ajang ini menghadirkan lebih dari 200 pemangku kepentingan, pemuka pendapat, pengambil kebijakan, dan beberapa perusahaan teknologi terbesar di Filipina.

"PFF akan mengulas isu seputar kolaborasi dengan perusahaan di tingkat nasional dan regional secara mendalam dan konstruktif," ujar Amor Maclang, Convenor, PFF, World FinTech Festival – Filipina dan Digital Pilipinas, gerakan terbesar di sektor swasta Filipina yang aktif meningkatkan pemanfaatan teknologi di berbagai industri. "Kolaborasi dengan sektor publik dalam rangka peningkatan keahlian digital Filipina selalu menjadi unsur utama dalam gerakan yang digagas Digital Pilipinas."

Peluncuran kedua ajang ini dihadiri para pemimpin instansi pemerintah, bisnis, dan teknologi: Jean-Marc Arbogast, Country Manager, International Finance Corporation; Selva Ramachandra, Resident Representative, United Nations Development Programme; Nelly Dillera, Executive Director, DTTI – Philippine Trade Training Center; Yoly Crisanto, Globe Chief Sustainability and Corporate Communications Officer; Rico Bautista, President & CEO, Etiqa; Ramesh Nagarajan, Lead, Payment Security, APJ, Outseer;  Francis Plaza, CEO, Paymongo; Angeline Tham, Pendiri Angkas; Arlene Martinez, Founding President, Asian Council for Small Business; Tan Chong Hui, Head, Finance Programme, Singapore University of Social Sciences; serta Rajan Uttamchandani, Chairman dan Pendiri, Esquire.

Registrasi untuk mengikuti PFF dapat dilakukan lewat tautan ini https://philippinefintechfestival.ph/registration/

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER