Kamis, 8 Desember 2022

BNI Mendukung Ekspor dan Go Global Melalui Penguatan UMKM Naik Kelas

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Bank BNI terus berupaya menyediakan solusi perbankan dan pendampingan yang cocok bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

BNI berharap segmen tulang punggung ekonomi nasional ini mampu naik kelas. Serta memiliki kemampuan untuk menjadi pelaku usaha yang berkapasitas global.

Pemerintah mendorong kemudahan pendaftaran izin berusaha melalui Online Single Submission (OSS). Maka, BNI bersinergi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengadakan sosialisasi dan bimbingan melalui webinar dalam upaya mempercepat pendaftaran izin berusaha.

Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi, Achmad Idrus menjelaskan, institusi perbankan adalah variabel penting atau salah satu stakeholder dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Idrus menyampaikan, sebanyak 98% NIB yang terbit lewat OSS diperoleh kelompok usaha kecil menengah. Hal ini mematahkan anggapan pengurusan izin usaha adalah sebuah hal yang rumit dan memakan waktu.

Baca juga: Bank BNI Mendukung Diaspora Berkembang, dengan Jaringan Internasional

“Tentunya kerja sama ini akan semakin membantu pelaku UMKM. Selama ini, proses mendapatkan legalitas itu memang rumit sehingga banyak yang pada ujungnya tidak memiliki registrasi untuk menjadi usaha yang formal,” ujarnya, pekan lalu.

Direktur Institutional Banking BNI, Sis Apik Wijayanto menjelaskan, NIB adalah persyaratan awal bagi pelaku usaha untuk mendapatkan surat-surat penting lain. Seperti Tanda Daftar Perusahaan (TDP), tanda Angka Pengenal Impor (API), dan akses kepabeanan bagi pelaku usaha akan melakukan kegiatan ekspor/impor.

“Dengan lebih banyak pelaku UMKM yang ber-NIB, kami berharap usaha mikro dapat lebih cepat naik kelas karena legalitas itu kini menjadi dasar untuk pengajuan kredit usaha ke perbankan,” imbuhnya.

Sis Apik melanjutkan NIB juga menjadi basis bagi pelaku UMKM untuk bergabung ke dalam ekosistem BUMN ataupun perusahaan swasta yang lebih besar. Kemudian, pelaku usaha mikro juga bisa terintegrasi dengan program-program pemberdayaan hingga program kredit usaha rakyat (KUR). (kai)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER