Senin, 5 Desember 2022

Jadi Bagian Presidensi G20, Asosiasi Blockchain Indonesia Gelar Konferensi Blockchain 

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com |Salah satu agenda Presidensi G20 Indonesia adalah  Indonesian Blockchain Conference (IBC) 2022.?Agenda disponsori oleh Reku, Gudang Kripto, Upbit, dan Indodax digelar oleh Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I).

Ada lima topik utama, antara lain: Blockchain and Business SustainabilityBoosting ASEAN’s Digital Economy with BlockchainAdoption and Optimization of CBDC, Metaverse & Web 3.0, dan The Cusp of Crypto Innovation dengan menghadirkan para pakar di bidangnya baik dari dalam maupun luar negeri, lembaga pemerintahan, pemimpin industri, dan berbagai asosiasi pendukung. 

Di antaranya Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Blockchain Australia, Blockchain Association Singapore (BAS), ACCESS Blockchain Association Malaysia, Digital Pilipinas, dan berbagai perusahaan blockchain global dengan total peserta sebanyak 1.227 orang. 

“IBC 2022 adalah bentuk kontribusi A-B-I terhadap edukasi dan literasi teknologi blockchain serta tempat showcase use-cases yang sudah berjalan di Indonesia, juga sebagai fasilitas bagi masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, dan akademisi untuk saling berkolaborasi dalam mengembangkan ekosistem blockchain yang lebih baik dan sehat lagi,” tutur Asih Karnengsih,Chairwoman A-B-I, Rabu (27/9).

IBC 2022 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena ini merupakan kali pertama A-B-I bekerja sama dengan Reality Chain. Jadi menampilkan IBC 2022 secara live pada platformmetaverse untuk memberikan pengalaman istimewa dan unik bagi para peserta. 

Baca juga: Asosiasi Blockchain Adakan Pertemuan Tertutup di Bali, Bahas Soal Bursa Kripto, NFT dan Banyak Lagi, Intip Lengkapnya di Sini

Reality Chain merupakan salah satu platform metaverse yang menawarkan bukan hanya ruang digital, mereka menawarkan kepemilikan tanah, bangunan, tiket, fashion, sampai avataryang dapat menciptakan nilai tukar. 

Alasan IBC 2022 melakukan hal ini, sebagai bentuk relevansi dari topik yang dibahas di salah satu panel yaitu, Metaverse dan Web 3.0. Peserta IBC 2022 dapat merasakan langsung pengalaman dalam dunia metaverse buatan anak bangsa yang sudah berbasis Web 3.0 dan sangat perlu diapresiasi. 

Pandu Sastrowardoyo, Founder dari Reality Chain sekaligus Supervisory Board A-B-I mengungkapkan. tren dan perkembangan metaverse saat ini sangat exciting. Sebenarnya metaverse ini sudah ada sejak sangat lama tetapi baru sekarang menjadi viral kembali. 

Khususnya masalah kepemilikan benda digital dan perkembangan metaverse yang diperkirakan akan terus melejit di masa yang akan datang. Sehingga Indonesia tidak boleh tertinggal dalam perkembangan metaverse ini. 

“Kami merupakan metaverse pertama buatan anak Indonesia yang sudah berdiri dari awal tahun 2021. Dan kami juga merupakan satu-satunya yang memiliki dukungan teknologi kripto, blockchain, dan Web 3.0 yang juga menarik bukan hanya sebagai metaverse biasa namun juga sebagai metaverseas-a-service,” terang Pandu. (kai)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER