Kamis, 8 Desember 2022

Ekonomi Bergejolak, Investor Sebaiknya Lakukan Hal Ini

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Dinamika ekonomi global masih bergejolak. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyinggung risiko kondisi inflasi dan kontraksi ekonomi yang terjadi secara bersamaan atau stagflasi setelah beberapa negara maju diprediksi akan mengalami resesi. 

“Tantangan gejolak ekonomi dunia sungguh sangat nyata dan kita dapat lihat dan kita rasakan bahkan pada proses pembahasan RAPBN 2023 kali ini,” kata Ani, sapaan Sri Mulyani Indrawati dikutip dari situs Kementerian Keuangan, pekan lalu

Menanggapi dinamika isu ekonomi global dan penguatan pertumbuhan nasional, Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Eri Kusnadi mengatakan, ekonomi Indonesia masih dalam keadaan yang tangguh.

“Saya rasa sampai dengan 2022 masih cukup oke. Walaupun kita tidak bisa melihat semua indikatornya bagus dalam bentuk ideal. Tapi secara praktik bagus beneran. Contohnya yield obligasi, lalu nilai tukar rupiah, bahkan untuk pasar saham, kita masih menjadi salah satu di dunia yang masih positif dalam year to date-nya,” tuturnya. 

Eri menyebut kondisi yang terjadi saat ini justru harus disikapi dengan bijak bagi para investor dalam melakukan tindakan. “Kita harus disiplin sesuai dengan profil risiko kita. Memang mungkin kalau suku bunga naik, obligasi bisa saja kurang menarik. Tapi bagi investor yang konservatif, ya tidak harus pindah ke pasar saham juga. It’s creating another problem. Kita harus disiplin dari profil risiko, perencanaan keuangan, jangka waktu, dan kebutuhan kelas aset yang mana.” ujarnya. 

Untuk investor pasar saham, kata Eri, para investor itu harus disiplin dalam melakukan averaging. Bukan lihat tanggal atau bulan, tapi dapat melihat posisi. Kalau misalkan  dari posisi terakhir di bandingkan dengan sekarang selisih nya  sudah lumayan, kita melakukan averaging.

“Karena terlepas dari fundamental ekonominya yang kuat, kalau kita bicara pasar saham tidak dapat dihindari berita dan sentimen jangka pendek. Jadi harus jeli melakukan averaging,” ujarnya.

Sementara itu, Praktisi Perencanaan Keuangan dan Investasi Benny Sufami mengemukakan, kondisi ekonomi yang saat ini justru dapat memberikan peluang bagi para investor dalam mengembangkan perencanaan keuangan. Menurutnya, banyak aspek-aspek investasi yang masih bisa dijajaki di dalam situasi seperti ini.

“Kita mesti optimistis dengan berbagai situasi. Kondisi ini harus dapat kita manfaatkan dengan mengatur pola perencanaan keuangan yang sehat. Kita harus efektif dan efisien dalam mengatur keuangan kita,” ujarnya. (jun)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER