Senin, 5 Desember 2022

BPKH dan Bank Muamalat Berbagi Pengalaman Digitalisasi Pengelolaan Haji ke Nigeria

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bank Muamalat dan menerima kunjungan dari National Hajj Commission of Nigeria di Muamalat Tower, Jakarta Selatan. 

Delegasi yang dipimpin oleh Alhaji Zikrullah Kunie Hassan ingn mempelajari tata kelola keuangan dan penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Sekaligus menghadiri Konferensi Haji Internasional sebagairangkaian kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

Di hadapan peserta Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana menjelaskan, saat ini Bank Muamalat menguasai 42% pangsa pasar haji plus dan 14% haji reguler. 

Per September 2022 jumlah pendaftar haji di Bank Muamalat tumbuh sebesar50% secara year on year (yoy). Jauh di atas pertumbuhan secaraindustri yang sebesar 22% (yoy).

“Kami juga memiliki fitur Pembukaan Rekening Tabungan Jemaah Haji (RTJH) dan Pembayaran Setoran Awal Porsi Haji di aplikasi mobile banking Muamalat Digital Islamic Network (DIN). Inovasi ini memudahkan calon jemaah haji di Tanah Air untuk melakukan pendaftaran haji tanpa harus datang langsung ke kantor cabang,” ujarnya, Senin (10/10).

Baca juga: Nilai Transaksi Digital Bank Muamalat Mencapai Rp 46 Triliun dari 33 Juta Transaksi

Menurutnya, digitalisasi adalah kunci dari penyelenggaraan ibadah haji yang efektif dan efisien. Bank Muamalat terus berinovasi khususnya dalam hal digitalisasi pendaftaran haji.

Permana optimistis calon jemaah haji Indonesia yang menggunakan fitur pendaftaran haji secara daring ini akan terus bertumbuh, sesuai dengan kebutuhan di era digital.

Bank Muamalat juga akan terus memberikan edukasi kepada anakmuda untuk mempersiapkan ibadah haji secara optimal danterencana sejak dini. (kai)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER