Kamis, 8 Desember 2022

Waste4Change Mendapatkan Pendanaan Seri A Senilai US$ 5 Juta 

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Waste4Change mendapatkan pendanaan seri A senilai US$ 5 juta. Pendanaan dipimpin oleh AC Ventures dan PT Barito Mitra Investama.

Pendanaan kali ini juga turut diikuti oleh Basra Corporation, Paloma Capital, PT Delapan Satu Investa, Living Lab Ventures, SMDV, dan Urban Gateway Fund.

Waste4Change merupakan platform pengelolaan sampah untuk perusahaan, individu, dan instansi pemerintah di Indonesia. Misi perusahaan sejak awal berdiri di tahun 2014 adalah mengatasi permasalahan sampah dengan mencegah kebocoran sampah ke lingkungan dan mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan sampah.

Waste4Change akan menggunakan menggunakan modal tersebut untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah hingga 100 ton per hari dalam 18 bulan ke depan. Dan menjangkau lebih dari 2.000 ton sampah per hari dalam 5 tahun.

Hal ini melibatkan pengintegrasian lebih banyak teknologi digital ke dalam proses pemantauan dan perekaman aliran pengelolaan sampah dan otomatisasi fasilitas Rumah Pemulihan Material. Kegiatan ini juga akan membantu Waste4Change untuk memperkuat kemitraan dengan sektor persampahan informal, yang saat ini didukung oleh pemulung, bank sampah, pasar loak, dan pengumpul sampah.

Dengan populasi yang mencapai lebih dari 270 juta orang, Indonesia memiliki masalah tentang pengelolaan sampah terbesar di Asia Tenggara. Adapun tingkat daur ulang berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang masih sangat rendah yaitu 11%-12%. Namun hal ini mungkin akan segera berubah seiring kebijakan baru yang dibawa oleh regulator.

Waste4Change saat ini hadir di 21 kota di Indonesia. Mengelola lebih dari 8,000 sampah per tahun. Semua sampah tersebut dikumpulkan dari lebih 100+ klien B2B dan 3,500+ perumahan. Sejak tahun 2017, pencapaian Waste4Change ini telah menumbuhkan angka CAGR mencapai 55,1%.

Baca juga: Waste4Change Wakili Indonesia Sebagai Startup Cleantech di G20 Innovation League

Pelanggan diminta memilah sampah mereka sesuai dengan panduan Waste4Change. Kemudian, Waste4Change akan mengirimkan petugas ke lokasi mereka untuk nantinya sampah diangkut langsung oleh petugas, lalu menyediakan laporan terperinci setelah proses selesai.

Pelanggan juga memiliki pilihan untuk membawa sampah ke salah satu titik drop-off Waste4Change atau mengirim sampah mereka ke Waste4Change. Waste4Change saat ini memiliki 108 karyawan dan 141 operator pengelolaan sampah. Waste4Change berencana untuk menambah 52 orang lagi ke dalam tim dan melibatkan lebih dari 300 sektor informal dan UMKM di sektor limbah (sejumlah personel internal dan eksternal) untuk terus mendorong pertumbuhan.

Pendiri sekaligus CEO Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano menjelaskan, sektor pengelolaan sampah di Indonesia masih terus berkembang. Masyarakat semakin mengedukasi diri tentang sampah dan lingkungan, start-up dan bisnis baru terkait pengelolaan sampah semakin bermunculan, dan pemerintah menyambut baik seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam memajukan Indonesia.

“Dibandingkan apa yang kami alami di tahun 2014, pasar saat ini mulai semakin matang. Kami akan melakukan apapun yang kami bisa untuk memberikan solusi untuk setiap kebutuhan pengelolaan sampah,” kata Junerosano, Sabtu (15/10).

Pandu Sjahrir, Founding Partner di AC Ventures, mengatakan, Waste4Change adalah pionir yang menyediakan solusi pengelolaan sampah secara end-to-end. Keberlanjutan adalah fokus utama tim, dengan komitmen yang ditunjukkan untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

Timing berkembangnya Waste4Change juga ideal, karena pemerintah Indonesia menginginkan setidaknya pengurangan 30% di sumbernya. Dengan 70% sisanya ditangani pada tahun 2025,” kata Pandu. (kai)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER