Kamis, 8 Desember 2022

BSI dan BSI Maslahat Hadir di Forum UNHCR di Kuwait

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Bank Syariah Indonesia dan BSI Maslahat hadir dalam forum undangan dari UNHCR di Kuwait pada pekan lalu Acara ini membahas kemitraan internasional untuk penanganan pengungsi, salah satunya terkait lembaga ZISWAF.  

Hadir dalam sesi diskusi panel pertama: The role of Zakat and Sadaqah in the response to humanitarian crises sebagai salah satu pembicara yaitu

Ketua Umum Pengurus BSI Maslahat sekaligus Group Head Change Management & Transformation Office Group Head BSI , Suhendar menyampaikan, BSI dan BSI Maslahat berkomitmen untuk tumbuh bersama sebagai ekosistem islami.  

“Selain itu BSI Maslahat berkomitmen memperluas dan memaksimalkan dampak zakat dan sedekah melalui kemitraan dengan organisasi kemanusiaan lokal dan internasional,” kata Suhendar.  

BSI Maslahat mempunyai tiga pilar program yaitu didik umat, mitra umat dan simpati umat. Pada 2021, BSI Maslahat bersama BSI telah menciptakan Creating Shared Value melalui pemberdayaan dan bantuan kepada 6 masjid & mushola, 17 desa binaan, 17 desa binaan, 42 universitas mitra beasiswa, 242 sekolah binaan, 5.362 penerima beasiswa dengan total sebesar 252.846 penerima manfaat.  

Baca juga: BSI dan BSI Maslahat Berikan Bantuan untuk Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Malang

BSI Maslahat dan BSI juga bekerjasama dalam menyediakan dana zakat bagi pengungsi UNHCR untuk kemanusiaan pada saat penanganan COVID-19.  Total bantuan yang telah diberikan dalam program ini adalah sebesar Rp1 miliar kepada 2.181 pengungsi.  

Dalam kesempatan ini, Suhendar juga menyampaikan selain zakat dan infaq, BSI dan BSI Maslahat juga memiliki program wakaf. Dalam pengelolaan wakaf, BSI Maslahat berkomitmen untuk mengembangkan program yang mendorong transformasi penerima manfaat menjadi muzakki.  

Secara praktik, BSI Maslahat mempunyai tiga model pengembangan wakaf. Pertama, CWLS (Cash Waqf Linked Sukuk). Ini merupakan investasi wakaf tunai dalam sukuk negara yang pengembaliannya disalurkan oleh nadzhir untuk membiayai program sosial dan pemberdayaan ekonomi umat. 

Kedua, wakaf melalui uang. Program ini dimanfaatkan untuk memperoleh harta benda wakaf tidak bergerak seperti pembangunan sarana prasarana sosial, tidak hanya masjid tetapi juga sekolah/ponpes dan harta benda wakaf bergerak, misalnya infrastruktur usaha desa. 

Ketiga, wakaf produktif yang diharapkan dapat menghasilkan keuntungan yang dapat dimobilisasi untuk membiayai program-program pembangunan berkelanjutan.  

BSI Maslahat merupakan mitra strategis BSI dalam melakukan penyaluran dana ZISWAF berpacu pada indikator sustainability. (nin)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER