Senin, 5 Desember 2022

Penjualan Smartphone Indonesia Turun 12,4% di Kuartal III 2022 

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | International Data Corporation’s (IDC) Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker menyebut, terjadi penurunan di pasar smarthone di kuartal III 2022. Penurunan itu 12,4% year on year (yoy) dan 14,6% quarter on quarter (qoq), mencapai 8,1 juta unit.

Pasar masih terlihat lemah pada kuartal III 2022 akibat inflasi yang mencapai 5,95% yoy di bulan September 2022. Meningkatnya harga bahan bakar berdampak negatif pada daya beli masyarakat dan permintaan pasar.

Tekanan lebih besar dirasakan oleh segmen ultra-low-end atau US$ 400. “Permintaan di segmen ini relatif tidak elastis dibandingkan segmen harga yang lebih rendah. Para vendor merilis produk mereka secara strategis, serta menawarkan berbagai diskon dan cashback untuk mendorong permintaan,” ujar Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst IDC Indonesia, Selasa (15/11).

Di tengah perjuangan dunia melawan inflasi yang meroket, pergerakan kurs yang bergejolak, serta kenaikan suku bunga, pasar smartphone Indonesia diperkirakan akan terus mengalami tekanan. Oleh karena itu, pengiriman smartphone secara keseluruhan di tahun 2022 diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

OPPO mempertahankan posisi pertamanya di kuartal III 2022. Model A57 yang baru dirilis mendukung segmen low-end OPPO, bersama dengan lini A16. 

Baca juga: IDC: vivo Pertahankan Posisi Dua Besar di Pasar Ponsel Indonesia

Di sisi lain, lini Reno8 yang juga baru dirilis berhasil meningkatkan portofolio mid-range OPPO, menjadi 44,1% dari total pengiriman OPPO pada kuartal III 2022 dibandingkan kuartaal III 2021 yang hanya sebesar 15,5%. Penawaran Reno8 5G juga berhasil mendorong pangsa OPPO di segmen 5G Indonesia menjadi 19,1% dari 6,5% pada 3Q21.

Samsung berada di posisi kedua. Samsung meluncurkan Galaxy Z Fold4 dan Galaxy Z Flip4, yang mampu meningkatkan portofolio foldable Samsung hingga hampir tiga kali lipat. 

Samsung berhasil menumbuhkan pangsa segmen low-end mereka menjadi 64,6% dari 50,6% pada kuartal III 2021, dengan lini Galaxy A13 dan A03 sebagai faktor pendorong utama. Selain itu, Samsung juga meningkatkan pengiriman 5G mereka menjadi 24,4% dari total volume pengiriman, dari hanya 8,7% pada 3Q21. Peningkatan ini membantu Samsung mempertahankan predikatnya sebagai pemimpin pasar 5G di Indonesia.

vivo bertahan di posisi ketiga seiring dengan peningkatan pangsa portfolio segmen mid-range mereka hingga dua kali lipat, yakni mencapai 14,8%. Peningkatan ini didukung oleh peluncuran model baru Y35 dan V25, dan juga seri T1 dan V23 yang sudah lebih dulu dirilis. Model X80, X80 Pro, dan V25 Pro yang baru dirilis memimpin kiprah vivo di segmen US$400. Model-model yang sama juga turut mendukung peningkatan pengiriman 5G yang tumbuh sebesar 42,4% YoY.

Xiaomi, di posisi keempat, meningkatkan pengiriman pada segmen US$400, yang tetap stabil di angka 2,3% dari total keseluruhan pengiriman. (nin)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER