Senin, 5 Desember 2022

Piala Dunia Qatar Sudah Dimulai, Waspada, Penjahat Siber Beroperasi 

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Piala Dunia selalu menjadi acara olahraga paling ditunggu sejagat.

Tapi waspada, ajang ini juga turut menarik perhatian para penjahat dunia maya yang ingin memperoleh uang dengan cepat. Pakar Kaspersky telah menganalisis situs web phishing terkait Piala Dunia 2022 di Qatar. Situs itu akan mencuri data identitas dan perbankan pengguna. 

Peneliti Kaspersky telah menemukan halaman palsu yang menawarkan segalanya. Mulai dari tiket atau merchandise acara, hingga layanan streaming pertandingan. Ditambah dengat banyak hadiah dan penipuan non fungible token (NFT) yang mengeksploitasi Piala Dunia.

Tiket palsu adalah umpan yang paling banyak digunakan untuk memikat para korban dan Piala Dunia tidak terkecuali. Selain itu, Qatar 2022 hanya menawarkan tiket digital, yang semakin meningkatkan risiko untuk berhadapan dengan bahaya online.

Pakar Kaspersky menemukan banyak halaman phishing yang menawarkan untuk pembelian tiket pertandingan FIFA. Tanpa perlu dikatakan, pengguna akan kehilangan data pribadi, detail perbankan dan uang. Selain itu, penipu online dapat menggunakan data yang dicuri untuk tujuan lain atau menjualnya di Dark Web.

Piala Dunia 2022 akan menggelar banyak acara offline dengan pemirsa langsung, Pakar Kaspersky telah mengamati banyak halaman phishing yang meniru layanan penerbangan yang menawarkan tiket ke Doha.

Baca juga: Piala Dunia Qatar Mulai Kick Off Hari Ini, Segini Harga Paket Bundling Nonton World Cup Telkomsel dan Vidio

Dengan Piala Dunia ini, penipu menjadi sangat kreatif. “Skema ini sederhana, namun efektif. Kami mendorong pengguna untuk berhati-hati ketika mereka menerima penawaran yang tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan dan selalu memeriksa keabsahan pesan yang mereka terima,” terang Olga Svistunova, pakar keamanan di Kaspersky, Sabtu (19/111).

Untuk menghindari menjadi korban penipuan, Kaspersky menyarankán berberapa tips. 
• Lebih aman memeriksa tautan sebelum mengklik. Arahkan kursor ke atasnya untuk mempratinjau URL, dan cari kesalahan eja atau penyimpangan lain.
• Lebih baik tidak mengikuti tautan dari email sama sekali. Sebagai gantinya, Anda dapat membuka tab atau jendela baru dan memasukkan URL bank Anda atau alamat situs lain secara manual.
• Pertimbangkan jenis informasi apa yang diminta. Perusahaan yang sah tidak menghubungi Anda secara tiba-tiba melalui email yang tidak diminta untuk menanyakan informasi pribadi. Seperti detail perbankan atau kartu kredit, nomor jaminan sosial, dll. Secara umum, pesan yang tidak diminta dan mengajak Anda untuk ‘memverifikasi detail akun’ atau ‘memperbarui informasi akun
harus diperlakukan dengan hati-hati.
• Gunakan solusi keamanan yang andal, seperti Kaspersky, yang mengidentifikasi lampiran berbahaya dan memblokir situs phishing.
• Pemeriksa tata bahasa dan ejaan (grammar spelling) adalah cara efektif untuk mengidentifikasi scammer.Kesalahan ketik dan tata bahasa yang buruk merupakan tanda bahaya. Begitu juga dengan ungkapan yang aneh atau sintaksis yang tidak biasa, yang mungkin dihasilkan dari email yang diterjemahkan bolak-balik melalui penerjemah beberapa kali. (iwa)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER