Senin, 6 Februari 2023

Perluasan Akses Pendanaan bagi UMKM, IdScore Bagikan Tips Agar Pengajuan Pinjaman Disetujui 

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Sebagai salah satu penopang ekonomi Indonesia, UMKM bertumbuh secara progresif dan mencapai lebih dari 65 juta per tahun 2021. Di saat bersamaan, pemerintah turut mendukung akses pendanaan UMKM dengan meminta perbankan menambah kredit UMKM minimal 30% di tahun 2024.

Namun, dari alokasi 4,4 juta fasilitas pendanaan untuk UMKM, hanya 3,7 juta jumlah debitur UMKM yang menikmati pendanaan tersebut.

Wahyu Trenggono, Direktur Komersial IdScore menjelaskan, fasilitas pendanaan tersebut diharapkan dapat memudahkan UMKM untuk memenuhi kebutuhan modal demi memperluas skala bisnis mereka.

“Sebelum pengajuan pinjaman, penting untuk pelaku usaha menjaga reputasi keuangan. Ini menjadi salah satu tolak ukur lembaga keuangan memberikan kredit,” kata Wahyu, Jumat (25/11).

Baca juga: Prediksi Penghasilan Debitur untuk Peningkatan Efisiensi dan Approval Rate

Wahyu menambahkan, 5C (Character, Capacity, Capital, Condition, dan Collateral) yang biasa digunakan dalam proses analisa kredit oleh lembaga jasa keuangan menjadi pertimbangan saat memberikan kredit usaha Rakyat (KUR).

Credit score dapat memperlihatkan karakter atau kepribadian calon debitur dalam menyelesaikan pembayaran cicilan. Umumnya angka ini berkisar antara 250 hingga 900. Semakin tinggi score, semakin rendah risiko kreditnya.

Untuk itu, IdScore mengembangkan produk IdSME Score. Fasilitator pendanaan dapat mengecek kelayakan UMKM sebelum akhirnya diberikan pinjaman. IdSME Score merupakan  credit score spesifik UMKM yang disusun menggunakan basis data kredit historis pelaku UMKM.

“IdSME Score memberi kemudahan lembaga keuangan dalam menilai credit score, profil risiko, kemungkinan gagal bayar, dan riwayat kredit UMKM  dalam proses analisa,” kata Wahyu. (kai)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER