Senin, 30 Januari 2023

Pilihan Aplikasi Mendorong Generasi Muda Berinvestasi 

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Covid-19 sejak 2020 menjadi salah satu momentum pendorong bagi masyarakat Indonesia lebih menyadari pentingnya memiliki perencanaan keuangan. Termasuk dana darurat, asuransi kesehatan, hingga investasi. 

Baru-baru ini, Populix secara khusus menjalankan sebuah survei untuk melihat kembali tentang kesadaran dan perilaku masyarakat Indonesia dalam berinvestasi, serta rencana investasi mereka di masa depan.

Laporan survei yang berjudul Insights and Future Trends of Investment in Indonesia ini menunjukkan, masyarakat Indonesia telah memiliki kesadaran yang lebih baik dalam berinvestasi. Mayoritas (72%) responden mengatakan, mereka telah mulai berinvestasi, terutama di kalangan generasi milenial.

Angka tersebut meningkat dibandingkan survei Populix pada Januari 2021. Saat itu mengungkap, hanya ada kurang dari setengah responden (44%) yang telah mulai berinvestasi. 

Survei tersebut menunjukkan, semakin banyak masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, yang kini melek akan investasi. Kehadiran berbagai aplikasi investasi di tanah air mendorong inklusivitas kepada anak muda mulai berinvestasi. Mayoritas responden yang memilih untuk menjalankan investasi melalui aplikasi. 

Baca juga: Bukalapak dan Ashmore Luncurkan Aplikasi Investasi

Selain itu, sebelum memutuskan berinvestasi, survei juga menunjukkan bahwa para responden ini telah mempertimbangkan aspek-aspek kondisi keuangan mereka, kejelasan informasi, serta profil risiko dari masing-masing instrumen investasi. Artinya, saat ini mereka sudah memiliki kesadaran dan literasi keuangan yang lebih baik sebelum memulai untuk berinvestasi. 

Tentunya hal ini menjadi catatan positif untuk Indonesia. “Namun, fenomena ini juga menjadi alarm pengingat bahwa diperlukan kolaborasi antara berbagai pihak untuk terus mengimbangi minat anak muda Indonesia pada tren investasi dengan literasi keuangan yang lebih baik lagi,” ujar Timothy Astandu, Co-Founder dan CEO Populix, pekan lalu.

Reksadana (47%) masih menempati instrumen investasi paling banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia sejak tahun 2021. Selain itu, instrumen investasi lain yang saat ini juga banyak dipilih meliputi perhiasan emas (46%), saham (32%), logam mulia (30%), deposito (29%), properti (21%), hingga kripto (20%). 

Menariknya, Gen Z cenderung memilih investasi dalam bentuk reksadana. Sementara milenial dan Gen X lebih tertarik untuk berinvestasi pada perhiasan emas.

Untuk mencari informasi seputar instrumen investasi, sebagian besar (68%) masyarakat Indonesia memanfaatkan media sosial, khususnya YouTube dan Instagram. Selain itu, mereka juga mencari informasi resmi dari OJK (42%), teman atau rekan kerja (40%), situs resmi institusi keuangan (34%), dan influencer (32%). (nin)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER