Senin, 30 Januari 2023

Periode Lock Up Berakhir, GOTO Adakan Paparan Publik

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk pekan lalu mengadakan paparan publik. Ajang ini merangkum capaian kinerja dan prioritas bisnis perseroan.

Dalam paparan tersebut, perseroan menyampaikan perkembangan terkini serta menegaskan fokusnya pada pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan untuk mempercepat langkah menuju profitabilitas. Khususnya setelah berakhirnya periode larangan pengalihan saham (lock-up) investor pra penawaran saham perdana (IPO). Harga saham GOTO sendiri dalam tren turun.

Andre Soelistyo, Direktur Utama GoTo menyampaikan, pencapaian kinerja selama kuartal ketiga 2022 semakin menegaskan komitmen perseroan mengakselerasi langkahnya mencapai profitabilitas.

Menurutnya adai dua prioritas utama kami. Pertama, pertumbuhan berkualitas tinggi melalui inovasi produk yang semakin memperdalam sinergi ekosistem khususnya bagi konsumen setia. Kedua, pengelolaan beban operasional perseroan secara disiplin di semua lini usaha.

“Kehadiran sejumlah produk dan layanan baru seperti GoTo Plus dan perluasan penggunaan GoPayCoins sebagai penghargaan loyalitas di seluruh ekosistem GoTo menjadi salah satu wujud strategi ini. Sehingga perseroan dapat mendorong monetisasi yang semakin baik dan semakin meningkatkan kesetiaan para pengguna dalam ekosistem GoTo,” terang Andre, pekan lalu.

Baca juga: Lock Up Saham GOTO Dibuka, Investor Asing Lepas Saham di Pasar Negosiasi

Jacky Lo, Direktur GoTo menyampaikan, kinerja yang solid sepanjang tahun berjalan membuktikan resiliensi perseroan dan kekuatan fundamental perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Perseroan mencatatkan peningkatan signifikan pada margin kontribusi dan EBITDA Grup yang disesuaikan, khususnya dengan segmen on demand services yang telah mencapai margin kontribusi positif pada September 2022, lebih cepat dari perkiraan.

“Kami berkomitmen melanjutkan tren positif ini melalui pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan efisiensi yang berkesinambungan, untuk mengakselerasi langkah kami mencapai profitabilitas,” kata Jacky.

Dari sisi nilai transaksi bruto (GTV) kuartalan grup tumbuh 33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy) mencapai Rp 161 triliun. Pendapatan bruto kuartalan grup tumbuh 30% year-on-year mencapai Rp 5,9 triliun.

GTV on demand services mencapai Rp15,7 triliun pada kuartal ketiga 2022. Tumbuh 24% yoy.

GTV e-commerce perseroan tumbuh sebesar 15% yoy pada kuartal ketiga menjadi Rp 69,9 triliun. Dan GTV Financial Technology Services di kuartal ketiga tumbuh sebesar 78% yoy menjadi Rp 97,1 triliun. (jun)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER