Selasa, 23 Juli 2024
FINTECHNESIA.COM |

Pendapatan RedDoorz Tumbuh Lima Kali Lipat Dibanding Sebelum Pandemi 

BACA JUGA


FinTechnesia.com | Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan, pergerakan wisatawan domestik di tahun 2022 menunjukkan angka positif. Per November 2022 terdapat 800 juta pergerakan, di atas target yaitu 550 juta pergerakan. 

Platform multi-brand perhotelan dan akomodasi terbesar di Asia Tenggara, RedDoorz merasakan pengaruhnya pada kebangkitan sektor pariwisata.

Pada tahun 2022, RedDoorz mencatat pertumbuhan pendapatan hingga lima kali lipat dibandingkan sebelum pandemi. Penambahan jumlah properti mencapai 55% dibanding tahun 2019 sebelum pandemi. Saat ini ada lebih dari 3.000 properti di 257 kota di seluruh Indonesia.

Regional VP Marketing RedDoorz, Henry Manampiring optimistis, pariwisata Indonesia akan bangkit kembali. Sebagai perusahaan teknologi yang bergerak di industri pariwisata, RedDoorz ikut merasakan semangat pertumbuhan pariwisata Indonesia di masa pemulihan ini. 

“Ke depan, RedDoorz akan terusmembuka semua pintu peluang bagi masyarakat untuk bepergian sesuai dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing serta mendukung kebangkitan pariwisata Indonesia,” kata Henry, Rabu (1/2)

Pada Oktober 2022 lalu, RedDoorz Indonesia dan Filipina akhirnya mencapai break even point (BEP). Dengan tercapainya BEP ini, setiap pemasukan RedDoorz ke depan akan langsung terhitung sebagai keuntungan. 

Hal ini membuktikan bahwa RedDoorz sebagai perusahaan rintisan berhasil bertahan melewati tech winter. Yaitu fase bisnis sektor teknologi mengalami penurunan pertumbuhan dan pendanaan akibat krisis finansial.

Baca juga: RedDoorz Buka Pintu Peluang bagi Industri Pariwisata untuk Bangkit dan Berkembang

Menyambut tahun 2023 ini, RedDoorz memiliki beberapa strategi. VP of Multibrands RedDoorz, Adil Mubarak mengatakan, tahun yang baru ini menjadi semangat baru dalam meningkatkan layanan.

Di tahun 2023, RedDoorz akan memperbarui sistem loyalty program menjadi lebih sederhana. Ini untuk meningkatkan pengalaman pemesanan dan menginap pelanggan. 

“RedDoorz juga akan memperkuat jaringan offline reseller, dan bekerja sama dengan lebih banyak property owners untuk menghadirkan RedDoorz di beberapa daerah di Indonesia,” kata Adil Mubarak. 

Adil Mubarak menambahkan, RedDoorz yang saat ini bertransformasi menjadi platform multi-brand berkomitmen memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat dan menjangkau lebih banyak property owners untuk tumbuh bersama RedDoorz. 

“RedDoorz memiliki SANS Hotel untuk traveler yang berjiwa muda dan chill, Urbanview Hotel yang dapat mengakomodasi kebutuhan bepergian para urban traveler, Sunerra Hotel yang cocok bagi keluarga yang menginginkan layanan berkelas, KoolKost yang cocok untuk akomodasi jangka panjang, serta The Lavana yang akan kami luncurkan tahun ini,” terang Adil.

Melalui berbagai strategi dan inisiatif, RedDoorz menargetkan untuk meningkatkan jumlah properti hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Dan mencapai BEP untuk RedDoorz Asia Tenggara di Kuartal IV2023.

“Dengan dihentikannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serta melihat tingkat pemesanan ulang RedDoorz yang mencapai 70%, kami optimistis dapat mencapai target tersebut.” tutup Adil Mubarak. (nin)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER