Minggu, 25 Februari 2024
FINTECHNESIA.COM |

Setelah Dinormalisasi, XL Axiata Cetak Laba Bersih Rp 1,1 Triliun 

BACA JUGA




FinTechnesia.com | Sepanjang tahun 2022, XL Axiata berhasil kembali mencatat pertumbuhan bisnis yang lebih tinggi dari industri. 

Total pendapatan XL Axiata sebesar Rp 29,2 triliun, tumbuh sebesar 9% lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu (yoy). Didukung penyediaan produk yang berkelanjutan dan kualitas jaringan yang mumpuni. 

Sementara itu, total pendapatan data dan layanan digital mencapai Rp 26,6 trilun. Atau 91% dari total pendapatan perusahaan.

Seluruh pertumbuhan tersebut berdampak positif terhadap EBITDA yang tumbuh 7% dari periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) dengan margin 49%, menjadi Rp 14,2 triliun. Selain itu, XL Axiata juga membukukan pertumbuhan laba bersih setelah dinormalisasi (NPAT) yang meningkat 1%, yaitu sebesar Rp 1,1 triliun.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, sepanjang tahun 2022, industri telekomunikasi Indonesia diwarnai persaingan yang cukup ketat, terutama pada periode kuartal keempat. Konsumsi data oleh pelanggan XL Axiata tetap kuat terutama didorong oleh streaming video. Ini diperkirakan akan terus berlanjut di tahun 2023. 

“Selain itu, investasi kami yang masif dalam infrastruktur jaringan baik untuk perluasan atapun peningkatan kapasitas, digitalisasi, personalisasi layanan dan pengoptimalan penggunaan spektrum telah mampu meningkatkan pengalaman pelanggan. Sehingga mendorong mendorong meningkatnya trafik layanan,” terang Dian, Senin (20/2).

Di tahun 2022, XL Axiata juga berhasil mempertahankan pelanggan. Perusahaan berhasil meningkatkan blended ARPU (average revenue per user) menjadi Rp 39.000 dari Rp 36.000 di periode tahun sebelumnya. Dan memiliki 57,5 juta pelanggan.

XL Axiata juga terus berupaya keras mengenalkan layanan konvergensi kepada masyarakat luas. Hingga akhir tahun 2022, 37% dari pelanggan XL Home telah beralih menjadi pelanggan XL SATU, yang berarti menunjukkan kuatnya permintaan atas produk konvergensi ini.

Baca juga: Right Issue Rp 5 Triliun, XL Axiata Percepat Bayar Utang dan Hemat Biaya Bunga Rp 300 Miliar 

Akuisisi Linknettahun 2022 lalu juga akan sangat mendukung pengembangan produk konvergensi ini di masa mendatang. Selain itu, XL Axiata menuntaskan akuisisi Hypernet. Langkah ini akan semakin memperkuat portofolio XL Axiata pada layanan korporasi (B2B). Melanjutkan akuisisi Linknet, XL Axiata bersama Linknet juga telah meluncurkan produk kolaborasi di kuartal ketiga tahun 2022.

XL Axiata serius memperkuat dan memperluas jaringan khususnya di luar Jawa dengan pengeluaran belanja modal (capex) sebesar total Rp 9 triliun. Hingga akhir 2022, total jumlah BTS (2G & 4G) XL Axiata mencapai 144.768 BTS, dengan jumlah BTS 4G sebanyak 91.632 unit. 

Jumlah BTS 4G ini meningkat 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan tingkat keterhubungan dengan jaringan fiber optik mencapai 54% (fiberized).

Sementara itu, proses penataan ulang teknologi (refarming) 3G yang terus dilaksanakan hingga saat ini tinggal menyisakan kurang dari 1.300 BTS. 

Investasi dan strategi jaringan di sepanjang 2022 telah berhasil meningkatkan kualitas pengalaman jaringan yang lebih baik. Sehingga mampu meningkatkan penggunaan yang lebih tinggi. Hal ini terbukti dengan trafik yang tumbuh sebesar 22% YoY.

Untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan, di tahun 2022 lalu XL Axiata telah berhasil menggalang dana total sekitar Rp 8 triliun. Masing-masing Rp 3 triliun melalui obligasi dan sukuk pada bulan September 2022 dengan harga yang sangat kompetitif, dan sekitar Rp 5 triliun lainnya melalui right issue.

Posisi keuangan XL Axiata sehat per akhir 2022, utang kotor tercatat di angka Rp 12,1 triliun, dengan rasiogearing net debt to EBITDA sebesar 0,49x. Utang bersih tercatat sebesar Rp 6,9 triliun.

XL Axiata tidak memiliki utang berdenominasi dollar AS. Sebesar 64% dari pinjaman yang ada saat ini memiliki suku bunga mengambang (floating) dan 36% memiliki suku bunga tetap. Free Cash Flow (FCF) berada pada tingkat yang sehat, dengan peningkatan sebesar 54%, menjadi Rp 5,2 triliun.(kai)


BERITA TERBARU

BERITA PILIHAN

header

POPULER